← Kembali ke Informasi Terkini
“Apa itu Diet Hemodialisa?”
Klaten, Kamis 11 Januari 2024 Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Apa itu Diet Hemodialisa?”. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Hemodialisis (HD) merupakan tindakan untuk menggantikan sebagian dari fungsi ginjal. Tindakan ini rutin dilakukan pada penderita penyakit ginjal kronik. Hemodialisis bertujuan untuk membuang sisa metabolisme tubuh, mempertahankan keseimbangan asam basa, cairan serta Homeostasis Kalsium dan Fosfor, sehingga Hemodialisis berguna untuk memperpanjang kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Hemodialisa adalah teknologi terapi pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari peredaran darah. Pasien yang memerlukan Hemodialisa adalah pasien yang mengalami kegagalan fungsi ginjal. Hemodialisa yang cukup lama dapat menurunkan semangat hidup pasien sehingga mempengaruhi kepatuhan ketentuan diet pasien. Asupan nutrisi dan cairan yang tidak terkontrol dapat berisiko mengalami malnutrisi dan pada keadaan yang lebih berat dapat menyebabkan kematian. Diet penyakit ginjal kronik dengan Hemodialisa adalah diet yang diberikan pada penderita ginjal kronik yang mendapat terapi pengganti fungsi ginjal. Pada pasien dengan Hemodialisis, diharapkan mengkonsumsi makanan yang cukup energi dan mengkonsumsi makanan tinggi protein untuk menggantikan kehilangan asam amino dan zat gizi lain yang hilang selama proses Hemodialisis.
Tujuan diet Hemodialisa
- Mencegah defisiensi zat gizi dengan cara memenuhi kebutuhan zat gizi
- Mempertahankan dan memperbaiki status gizi agar pasien dapat melakukan aktivitas normal sehingga mempunyai kualitas hidup baik
- Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
- Menjaga agar akumulasi produk sisa metabolik tidak berlebihan
- Energi 30-35 kkal/kg BBI/hari
- Protein 1-1,2 gr/kgBBI/hari, 50 % protein hewani dan 50 % protein nabati, utamakan protein Bioavabilitas tinggi
- Asupan Lemak 25% dari total energi
- Asupan Kalsium 1000 mg/hari
- Natrium diberikan sesuai dengan jumlah urin yang keluar/ 24 jam
- Kalium sesuai dengan urin yang keluar/24 jam
- Batasi asupan makanan sumber Fosfor
- Jumlah asupan cairan = jumlah urin 24 jam + (500 – 750)
- Bahan makanan sumber Karbohidrat (sesuai anjuran)
- Bahan makanan sumber Protein (sesuai anjuran)
- Buah-buahan (sesuai anjuran)
- Sayur-sayuran (sesuai anjuran)
- Bahan makanan tinggi Kalium bila Hiperkalemia
- Air minum dan kuah sayuran yang berlebihan
- Bila ada Edema (bengkak di kaki), tekanan darah tinggi perlu mengurangi garam dan menghindari bahan makanan sumber Natrium
- Sayuran mentah/ lalapan, Semua jenis sayuran harus direbus terlebih dahulu
- Makanlah secara teratur, porsi kecil sering
- Untuk membatasi jumlah cairan , masakan lebih baik dibuat dalam bentuk tidak berkuah misalnya ditumis, dikukus, dipanggang, dibakar, digoreng
- Agar meningkatkan cita rasa, gunakanlah lebih banyak bumbu seperti bawang, jahe, salam, dan lain- lain
- Cara untuk mengurangi Kalium dari bahan makanan : cucilah sayuran, buah dan bahan makanan lain yang telah dikupas dan dipotong-potong kemudian rendam bahan makanan dalam air pada suhu 50-60 derajat Celcius (air hangat) selama 2 jam, banyaknya air 10 kali bahan makanan. Air dibuang dan bahan makanan dicuci dalam air mengalir selama beberapa menit
- Mengunyah permen karet untuk merangsang air liur
- Makan 1 Slice jeruk manis
- Mengemut es batu
- Berkumur
- Kurangi makanan dengan cita rasa asin dan pedas
