← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Fatty Liver”

Klaten, Kamis 15 Februari 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mengenal Fatty Liver”. Narasumber Alfi Kurnia Adha, S.Kep. Ns. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Perlemakan hati adalah kondisi yang ditandai dengan peningkatan kandungan lemak di hati yang melebihi 5% dari total berat hati. Penyebabnya dapat dikarenakan adanya hubungan dengan salah satu atau beberapa sindroma metabolik (SM), seperti Hipertensi, Dislipidemia, Diabetes Mellitus, Obesitas dan Retensi Insulin. Banyak orang tidak menyadari timbulnya penyakit perlemakan hati. Kondisi tersebut bila tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat dan efektif, dikhawatirkan pada penderita penyakit perlemakan hati dapat terjadi komplikasi berlanjut. Penyakit Fatty Liver / perlemakan hati sebenarnya tidak berbahaya. Namun, peradangan/ inflamasi yang tidak kunjung sembuh dapat memicu jaringan parut (Sirosis) dan menurunkan fungsi hati.  Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan atau Obesitas, tapi dapat juga muncul pada orang dengan berat badan normal. Penyebab
  1. Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  2. Berat badan berlebih (Obesitas)
  3. Kadar Trigliserida dalam darah yang tinggi
  4. Kadar gula darah dalam darah yang tinggi
Gejala
  1. Sakit perut pada sisi kanan atas perut
  2. Perut kembung
  3. Kelelahan ekstrem
  4. Perut terasa kembung
  5. Perut dan kaki membengkak (Edema)
  6. Mual dan kehilangan nafsu makan
  7. Penurunan berat badan
  8. Kulit dan bagian putih mata menguning (Penyakit Kuning)
Faktor risiko
  1. Diabetes tipe 2
  2. Obesitas
  3. Hipopituitarisme
  4. Kadar lemak dalam darah tinggi seperti kolesterol dan Trigliserida
  5. Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  6. Gangguan metabolisme seperti sindrom metabolik
  7. Mengalami penyakit infeksi seperti Hepatitis C
  8. Terpapar racun
  9. Hipotiroidisme
Komplikasi Perlemakan hati yang tidak ditangani dapat menyebabkan Sirosis (gangguan fungsi hati), yang ditandai dengan:
  1. Kulit dan mata berwarna kekuningan
  2. Perut buncit berisi air (Asites)
  3. Muntah darah
  4. Berisiko terjadinya tumor hati yang ganas
Kapan harus pergi kedokter? Perlemakan hati pada umumnya tidak menimbulkan gejala, namun, sebagian orang mengalami rasa tidak nyaman di perut atau kelelahan. Pemeriksaan
  1. CT Scan untuk mendapat gambaran organ hati
  2. Biopsi hati untuk menentukan tingkat keparahan penyakit
  3. USG untuk mengetahui jumlah lemak dan jaringan parut pada hati
  4. Tes darah untuk mengetahui faktor pemicu hati berlemak
  5. Pemeriksaan fungsi hati dan enzim yang berada dalam hati
Pencegahan
  1. Tidak mengonsumsi alkohol
  2. Menjaga kadar trigliserida dalam darah
  3. Mengontrol kadar gula dalam darah
  4. Berolahraga secara rutin
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka Adiwinata, R., Andi K, Finna C, Timoteus R, Daniel E, 2015, Tata Laksana Terkini Perlemakan Hati Non Alkoholik, Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2.(1): 53-59 Astari NA, Eva Decroli, Eti Yerizel, 2015, Gambaran NAFLD pada Pasien dengan Sindrom Metabolik di Poliklinik Penyakit dalam RSUP Dr.M.Djamil Padang, Jurnal fakultas Kesehatan Andalas 4.(2): 441-446