← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Limfoma”

Klaten, Senin 19 Februari 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Mengenal Limfoma”. Narasumber Resdiyan Dhiwantari, S.Kep. Ns. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah kanker darah yang bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kanker ini menyerang Limfosit yang berperan penting dalam kekebalan tubuh. Limfosit mempunyai tugas melawan infeksi bakteri dan virus yang masuk ke tubuh. Tidak hanya di aliran darah, Limfosit ada di bagian dan jaringan tubuh. Termasuk di kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan saluran pencernaan. Limfoma adalah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh secara tidak terkontrol. Karena Limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena kanker kelenjar getah bening adalah limpa dan sumsum tulang. Selain itu bisa terbentuk di perut, hati atau yang jarang sekali di otak. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak pada urat saraf tulang belakang disebut limfoma susunan saraf pusat. Penyebab Penyebab penyakit Limfoma belum pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami kanker kelenjar getah bening antara lain :
  1. Paparan radiasi atau zat kimia tertentu
  2. Memiliki masalah sistem kekebalan tubuh, seperti pasien HIV
  3. Punya orang tua atau saudara yang memiliki penyakit Limfoma
  4. Berusia tua
  5. Mengalami infeksi tertentu, misalnya virus Epstein-Barr dan bakteri Helicobacter Pylori yang dikaitkan dengan Limfoma
  6. Mengalami obesitas
  7. Mengonsumsi banyak konsumsi lemak, daging serta susu
  8. Efek perawatan kanker lain dengan radiasi dan kemoterapi
Jenis-jenis Limfoma
  1. Limfoma Hodgkin, jenis kanker yang ditandai dengan munculnya benjolan di leher, lipatan paha, dan ketiak.
  2. Limfoma Non-Hodgkin, jenis kanker yang berasal dari kelenjar dan saluran Limfe. Keduanya adalah organ yang berfungsi sebagai bagian dari kekebalan tubuh biasanya disertai dengan rasa nyeri di bagian dada, tulang, serta perut.
Penyebaran Limfoma Pada Limfoma Hodgkin biasanya menyebar secara berurutan melalui jaringan Limfoid dalam urutan dan lokasi yang terdefinisi. Penyebaran umumnya terjadi dari satu kelompok kelenjar getah bening dan kemudian menyebar ke kelenjar getah bening lainnya. Pada Limfoma Non-Hodgkin dapat menyebar ke kelenjar getah bening mana saja dalam tubuh secara tidak berurutan, atau melalui aliran darah ke organ lain dalam tubuh. Gejala
  1. Demam
  2. Gatal-gatal
  3. Cepat lelah
  4. Batuk
  5. Berkeringat di malam hari
  6. Berat badan turun drastis
  7. Sesak napas
Faktor resiko
  1. Berusia 60 tahun ke atas, lebih berisiko terkena Limfoma Non-Hodgkin
  2. Berusia antara 15-40 tahun atau lebih dari 55 tahun, lebih berisiko terkena Limfoma Hodgkin
  3. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/AIDS atau mengonsumsi obat imunosupresan untuk jangka panjang
  4. Menderita penyakit Autoimun, seperti Rheumatoid Arthritis, sindrom Sjögren, Lupus, atau penyakit Celiac
  5. Menderita infeksi akibat Epstein-Barr, pylori, atau hepatitis C
  6. Terpapar Benzene atau pestisida
  7. Pernah menjalani radioterapi
  8. Memiliki anggota keluarga yang menderita Limfoma
Komplikasi
  1. Penyakit Jantung
  2. Gangguan hormon
  3. Infertilitas atau kemandulan
  4. Kanker sekunder, termasuk Leukemia, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian pasien Limfoma
Pemeriksaan
  1. Biopsi kelenjar getah bening
  2. Tes darah
  3. Aspirasi sumsum tulang
  4. Pemindaian
Pencegahan
  1. Menghindari kegiatan yang bisa meningkatkan peluang terkena infeksi HIV/AIDS
  2. Mengurangi paparan radiasi
  3. Berhenti merokok
  4. Menjaga berat badan sehat
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka Cherney, K. Healthline. 2016. Leukemia vs. Lymphoma : What’s the Difference? Ansel, S.M. 2018. Hodgkin Lymphoma : 2018 Update on Diagnosis, Risk-Stratification, and Management. Am J Hematol, doi: 10.1002/ajh.25071.