← Kembali ke Informasi Terkini
Survey Budaya Keselamatan Pasien
SURVEI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN
SEBAGAI MODAL DASAR PENINGKATAN MUTU
DAN KESELAMATAN PASIEN
DI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
KOMITE MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN 2018 K ABSTRAK SURVEI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN SEBAGAI MODAL DASAR PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN DI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Muslikhah Yuni Farkhati, Wachid Faozi Rochmad, Siswi Oktariani Komite Mutu dan Keselamatan Pasien RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten Abstrak . Tujuan : Mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien di tingkat rumah sakit dan unit kerja di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro ( RSST ) Metode : Penelitian potong lintang dengan menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture ( HSoPSC) yang telah terstandarisasi terhadap seluruh pegawai yang memenuhi kriteria secara stratified random sampling. Hasil : Sebanyak 310 dari 331 responden telah diikutkan dalam penelitian (response rate 93,95%). Nilai budaya positif di RS adalah 63,47% dengan dimensi dukungan manajemen , kerjasama dalam unit dan perbaikan berkesinambungan memiliki nilai > 75%, sedang sisanya masih membutuhkan perbaikan. Pada unit yang berhubungan dengan pasien 88,3% diantaranya mempunyai nilai budaya positif kurang dari standar. Satunya – satunya faktor yang berhubungan dengan pelaporan insiden adalah jenis profesi ( p 0,023 ) Kesimpulan: Budaya keselamatan pasien di tingkat rumah sakit maupun unit kerja di RSST belum sesuai dengan standar Kata kunci : survei , budaya keselamatan pasien , rumah sakit BAB I PENDAHULUAN- Latar Belakang
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Tujuan umum
- Tujuan khusus
- Mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien di unit kerja di RSST yang langsung berhubungan langsung dengan pasien
- Mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien dalam masing – masing dimensi budaya keselamatan pasien
- Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di RSST
- Manfaat Penelitian
- Manfaat bagi pasien, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien
- Manfaat bagi rumah sakit, penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan sekaligus evaluasi pelaksanaan keselamatan pasien di RSST sehingga dapat digunakan sebagai dasar bagi pembuatan kebijakan keselamatan pasien di RSST
- Budaya Keselamatan Pasien
- Budaya keterbukaan (open culture)
- Budaya keadilan (just culture)
- Budaya pelaporan (reporting culture)
- Budaya belajar (learning culture)
- Budaya informasi (informed culture)
- Kepemimpinan , dimana pemimpin mengakui lingkungan kesehatan adalah lingkungan berisiko tinggi dan berusaha untuk menyelaraskan visi / misi, kompetensi staf , dan sumber daya fiskal dan manusia
- Kerja sama tim , yaitu semangat kolegialitas, kolaborasi dan kerjasama ada di antara eksekutif, staf dan praktisi independen dengan hubungan yang berdasar keterbukaan , rasa aman , hormat dan fleksibel
- Evidence based memberikan kepastian bahwa pemberian layanan pada pasien berdasar pada bukti ilmiah. Standarisasi yang dilakukan akan mengurangi variasi sehingga reliabilitas tinggi dapat dicapai
- Komunikasi , yaitu sebuah penjaminan bahwa seluruh staf mempunyai hak dan kewajiban untuk berbicara tentang segala sesuatu tentang kepentingan pasien
- Pembelajaran terhadap kesalahan yang dilakukan dengan dilanjutkan dengan mencari peluang perbaikan. Hal ini berlaku bagi seluruh staf termasuk diantaranya adalah staf medik
- Keadilan yaitu setiap kesalahan diartikan sebagai kesalahan sistem dan bukan pada kesalahan indivisu
- Pelayanan berpusat pada pasien memberikan kesempatan pada pasien bukan hanya aktif dalam pengobatan dirinya namun juga berperan sebagai penghubung antara rumah sakit dan masyarakat
- Pengukuran Budaya Keselamatan Pasien
- Hospital Survey on Patient Safety Culture
- Dapat menilai budaya organisasi
- Dapat melihat perubahan budaya yang terjadi
- Dapat untuk melakukan evaluasi pasca intervensi
- Dapat menilai pada tingkat individu , unit dan organisasi
- Dapat membandingkan dengan data negara lain
- Manchester Patient Safety Culture Assesment Tool
- Mampu menilai lima tingkat kematangan organisasi
- Dapat digunakan pada tingkat organisasi atau tim
- Dapat menunjukkan area prioritas untuk perbaikan
- Safety Attittude Questionare (SAQ)
- Keterbukaan komunikasi
- Umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan
- Respons non-punitive (tidak menghukum) terhadap kesalahan
- Pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan
- Staffing
- Harapan dan tindakan supervisor/manajer dalam promosi keselamatan
- Kerjasama dalam unit
- Dukungan manajemen terhadap upaya keselamatan pasien
- Serah terima dan transisi
- Kerjasama antar unit
- Frekuensi pelaporan kejadian
- Persepsi keseluruhan tentang keselamatan pasien
- Rancangan Penelitian
- Populasi Penelitian
- Kriteria Subyek Penelitian
- Karyawan dengan jam kerja di RS ≤ 30 jam sesuai kebijakan , surat tugas maupun surat keputusan Direktur yaitu : dokter tamu, pegawai yang menjalani pendidikan di luar RS, pegawai yang sedang menjalani cuti panjang ( cuti sakit > 3 bulan, cuti melahirkan, cuti besar )
- Tidak ada satu sesi kuesioner yang diisi dengan dengan lengkap
- Kuesioner terisi kurang dari separuh item penilaian
- Kuesioner diisi dengan jawaban yang sama
- Besar Sampel Penelitian
- Variabel , Cara Pengukuran Variabel dan Definisi Operasional
| No | Unit kerja | Penggolongan profesi | Jumlah pegawai | Jumlah sampel |
| 1 | Direksi | - | 4 | 1 |
| 2 | Struktural | Eselon III dan IV | 24 | 7 |
| 3 | Kelompok staf medis | - | 66 | 18 |
| 4 | Satuan pengawas internal | - | 6 | 2 |
| 5 | Staf kantor | Pelayanan , USDMP, keuangan | 165 | 46 |
| 6 | Ins Hemodialiasis | - | 19 | 5 |
| 7 | IRNA A | Ka Ruang , PN, AN, adm | 103 | 28 |
| 8 | IRNA B | Ka Ruang , PN, AN, adm | 57 | 16 |
| 9 | IRNA C | Ka Ruang , PN, AN, adm | 29 | 8 |
| 10 | Maternitas dan reproduksi | Ka Ruang , PN, AN, adm | 58 | 16 |
| 11 | Ins Kesehatan Anak | Ka Ruang , PN, AN, adm | 66 | 18 |
| 12 | Patologi Klinik | - | 37 | 10 |
| 13 | Ins rawat intensif | Ka Ruang , PN, AN, adm | 47 | 13 |
| 14 | Ins Bedah Sentral | - | 31 | 9 |
| 15 | Farmasi | - | 64 | 17 |
| 16 | Radiologi | - | 17 | 5 |
| 17 | Ins Rawat jalan | Ka Ruang , PN, AN, adm | 62 | 17 |
| 18 | Inst Gawat Darurat | - | 62 | 17 |
| 19 | Rekam Medis | - | 46 | 13 |
| 20 | Anestesi | - | 19 | 5 |
| 21 | Rehabilitasi medik | - | 20 | 5 |
| 22 | Gizi | Nutrisionis , pemasak, pramusaji, administrasi | 81 | 22 |
| 23 | Kamtib | - | 7 | 2 |
| 24 | Ins Sterilisasi Sentral | - | 7 | 2 |
| 25 | Forensik dan Pemulasaraan Jenazah | - | 9 | 2 |
| 26 | IPSRS | - | 28 | 8 |
| 27 | Sanitasi | - | 13 | 3 |
| 28 | IP3 | - | 19 | 5 |
| 29 | SIRS | - | 13 | 4 |
| 30 | Humas | - | 16 | 4 |
| 31 | TURP | - | 11 | 3 |
| Jumlah | 1206 | 331 |
- Alur Penelitian
- Responden dibagi dalam 3 kelompok secara acak untuk menentukan waktu pengisian.
- Responden mengembalikan surat persetujuan mengikuti penelitian dan mengisi daftar hadir
- Pengisian kuesioner dilakukan bersama – sama oleh responden . Untuk menjamin independensi, jarak kursi antar masing – masing responden minimal 1 meter.
- Cara pengisian kuesioner sesuai dengan petunjuk dari HSoPSC.
- Analisis data
| No | Variabel Independen | Definisi | Alat Ukur | Hasil Ukur * | Skala | |
| 1. | Keterbukaan Komunikasi | Staf bebas berbicara bila melihat sesuatu yang dapat berdampak negative pada pasien, dan merasa bebas bertanya kepada mereka yang memiliki otoritas lebih tinggi | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal | |
| 2. | Umpan balik dan komunikasi tentang insidens keselamatan pasien | Staf diinformasikan tentang kesalahan yang terjadi, diberikan umpan balik tentang implementasi perubahan, dan mendiskusikan cara untuk mencegah kesalahan. | Kuesioner | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif<50 % | Ordinal | |
| 3. | Dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien | Manajemen RS menyediakan iklim kerja yang mempromosikan keselamatan pasien dan menunjukkan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama. | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal | |
| 4. | Respons non – punitive terhadap kesalahan | Staf merasa bahwa kesalahan dan laporan kejadian tidak dipakai untuk menyalahkan mereka dan tidak dicatat dalam dokumen pribadi mereka. | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal | |
| 5. | Pembelajaran organisasi dan perbaikan berkelanjutan | Terdapat budaya belajar di mana kesalahan membawa perubahan positif dan dilakukan evaluasi terhadap efektivitas perubahan . | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal | |
| 6. | Staffing | Terdapat staf dalam jumlah yang cukup untuk menangani beban kerja dan jumlah jam kerja yang sesuai untuk menyediakan pelayanan terbaik bagi pasien | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika respons positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
| 7. | Harapan staf terhadap sikap dan tindakan supervisor/manajer dalam mendorong KP | Sikap positif atau negatif dari supervisor/manajer terhadap upaya KP | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
| 8. | Kerjasama dalam unit | Staf saling mendukung, saling menghargai dan bekerja sebagai sebuah tim | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
| 9. | Frekuensi pelaporan kejadian | Tipe kesalahan yang dilaporkan : 1)kesalahan ditemukan dan dikoreksi sebelum mempengaruhi pasien 2)kesalahan tanpa potensi mencederai pasien 3)kesalahan yang dapat mencederai pasien namun tidak terjadi cedera | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
| 10. | Persepsi keseluruhan tentang keselamatan | Persepsi staf terhadap prosedur dan system dalam mencegah terjadinya kesalahan dan mengurangi masalah KP | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
| 11. | Serah terima dan transisi | Informasi penting tentang asuhan pasien disampaikan pada saat transfer pasien antar satu unit ke unit lain dan atau selama pergantian shift | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
| 12. | Kerjasama antar unit | Unit-unit di RS bekerjasama dan berkoordinasi satu sama lain untuk menghasilkan pelayanan yang terbaik bagi pasien | Kuesioner AHRQ | - Baik : jika persepsi positif 75% - Sedang : jika persepsi positif antara >50% dan <75% - Kurang :jika persepsi positif <50 % | Ordinal |
- Hasil penelitian
| Karakteristik | n ( %) | p |
| Umur ( tahun ) | ||
| -18 - < 25 | 31 (10 ) | |
| -25 – 35 | 126 (40,65) | |
| -35 - < 45 | 63 (20,32) | |
| -45 – 57 | 90 (29,03) | |
| Jenis kelamin | ||
| -Laki – laki | 117 (37,74) | |
| -Perempuan | 193 (62,26) | |
| Lama bekerja di RS ( tahun ) | 0,03 | |
| -< 1 tahun | 15 ( 5 ) | |
| -1 – 5 | 72 (23,8 ) | |
| -6 – 10 | 87( 28,7 ) | |
| -11 – 15 | 25 ( 8,3 ) | |
| -16 – 20 | 26 ( 9,6 ) | |
| -21 atau lebih | 75 ( 24,8 ) | |
| Lama bekerja di unit (tahun) | 0,64 | |
| -< 1 tahun | 34 ( 11,2 ) | |
| -1 – 5 | 128 ( 42,1 ) | |
| -6 – 10 | 82 ( 27 ) | |
| -11 – 15 | 14 ( 4,6 ) | |
| -16 – 20 | 13 ( 4,3 ) | |
| -21 atau lebih | 33 ( 10,9 ) | |
| Lama bekerja dalam seminggu | 0,722 | |
| -< 20 jam | 1 ( 3) | |
| -20 – 39 jam | 128 ( 42,5 ) | |
| -40 jam atau lebih | 172 ( 57,1 ) | |
| Interaksi langsung dengan pasien | 0,52 | |
| -Ya | 206 ( 67,8 ) | |
| -Tidak | 98 ( 32,2 ) | |
| Lama bekerja sesuai profesi saat ini | 0,42 | |
| -< 1 tahun | 22 ( 7,3 ) | |
| -1 – 5 | 83 ( 27,5 ) | |
| -6 – 10 | 86 ( 28,5 ) | |
| -11 – 15 | 21 ( 7 ) | |
| -16 – 20 | 30 ( 9,9 ) | |
| -21 atau lebih | 60 ( 19,9 ) | |
| Posisi/Jabatan di RS | 0,02 | |
| -Dokter | 16 ( 5,2 ) | |
| -Perawat | 118 ( 38,1 ) | |
| -Apoteker | 4 (1,3 ) | |
| -Asisten Apoteker | 10 ( 3,2 ) | |
| -Ahli Gizi | 4 ( 1,3 ) | |
| -Administrasi/Manajemen | 53 ( 17,1 ) | |
| -Fisioterapis | 2 ( 0,6 ) | |
| -Analis Laboratorium | 8 ( 2,6 ) | |
| -Sanitarian | 3 ( 1 ) | |
| -Tekhnisi | 7 ( 2,3 ) | |
| -Radiografer | 3 ( 1 ) | |
| -Satpam | 2 ( 0,6 ) | |
| -Lain-lain | 72 ( 23.2 ) |
| Tingkat keselamatan pasien -Sempurna -Sangat baik -Bisa diterima -Jelek | 5 ( 1,6 )) 93 ( 36,0 ) 65 ( 21,03 ) 1 ( 0,3 ) | |
| -Tidak menjawab | 146 ( 47,1 ) | |
| Jumlah kejadian yang dilaporkan -Tidak ada -1 – 2 kali -3 – 5 kali -6 – 10 kali -11 – 20 kali -> 20 kali | 149 ( 48 ) 61 ( 19,7 ) 30 ( 9,7 ) 11 ( 3,5 ) 5 ( 1,6 ) 2 ( 0,6 ) |
| Dimensi | Skor positif |
| Kerjasama dalam satu unit ( cronbach ) - Saling mendukung antar staf di dalam unit - Bekerja sama saat beban kerja meningkat - Saling menghargai - Saling membantu | 81,57 90,97 89,35 88,39 56,77 |
| Ekspektasi dan tindakan supervisor dalam meningkatkan keselamatan pasien - Dipuji saat melakukan sesuatu untuk meningkatkan keselamatan pasien ( KP) - Mempertimbangkan masukan staf untuk meningkatkan KP - Kepatuhan terhadap prosedur saat tekanan pekerjaan meningkat - Atasan menghadapi permasalahan KP yang terjadi berulang | 74,50 66,45 80,65 60,65 90.32 |
| Perbaikan yang berkelanjutan - Aktif melakukan sesuatu untuk meningkatkan KP - Kesalahan yang terjadi membawa perubahan positif - Melakukan evaluasi setelah melakukan perubahan peningkatan KP | 89,45 91,29 88,06 88,71 |
| Dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien - MRS menyediakan iklim kerja yang mempromosikan KP - Tindakan MRS menunjukkan bahwa KP adalah prioritas - MRS tertarik tentang KP hanya terjadi setelah insiden | 77,93 82,9 88,71 61,93 |
| Persepsi umum mengenai keselamatan pasien - KP tidak pernah dikorbankan untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan - Prosedur dan sistem baik untuk mencegah kesalahan terjadi - Hanya karena kebetulan saja kesalahan – kesalahan yang lebih serius tidak terjadi - Kami memiliki masalah keselamatan pasien di unit ini | 70,24 80,46 77,67 71,48 51,46 |
| Umpan balik dan komunikasi mengenai kesalahan - Umpan balik tentang perubahan diberikan sesuai dengan laporan insiden - Unit diberitahu mengenai insiden yang terjadi dalam unit tersebut - Cara – cara untuk mencegah insiden dibahas di dalam unit | 59,55 42,86 53,55 81,94 |
| Keterbukaan komunikasi - Kebebasan berbicara saat melihat sesuatu yang berdampak negatif - Kebebasan berpendapat kepada seseorang dengan otoritas lebih tinggi - Staf takut untuk bertanya ketika sesuatu tampak tidak benar | 51,35 43,55 46,13 63,87 |
| Frekuensi melaporkan bila ada insiden keselamatan pasien - Seberapa sering melaporkan ketika terdapat KNC - Seberapa sering melaporkan ketika terdapat KTC - Seberapa sering melaporkan ketika terdapat KPC | 37,58 32,69 35,92 44,30 |
| Kerjasama antar unit - Ada kerjasama yang baik antar unit rumah sakit yang harusnya bekerja sama - Unit RS bekerja sama dengan baik untuk memberikan perawatan terbaik - Unit RS tidak berkoordinasi dengan baik satu sama lain - Bekerja sama dengan staf dari unit lain seringkali tidak menyenangkan | 70,41 75,16 84,79 60,97 60,32 |
| Penempatan staf / kepegawaian - Jumlah staf cukup untuk menangani beban kerja - Jam bekerja lebih lama daripada waktu kerja yang optimal utk pelayanan - Lebih banyak menggunakan staf temporer dibandingkan jumlah yang optimal - Bekerja dalam mode krisis , melakukan dengan terburu – buru | 36,39 44,84 25,48 26,45 48,06 |
| Operan dan transisi - Terdapat hal – hal yang terabaikan ketika memindahkan pasien dari unit - Informasi penting mengenai perawatan pasien seringkali terlupakan pada saat pergantian giliran - Sering kali terjadi masalah dalam pertukaran informasi antara unit – unit di RS - Pergantian giliran merupakan masalah bagi pasien di RS ini | 53,11 60,65 44,52 43,87 63,22 |
| Respon yang tidak menghukum terhadap suatu kesalahan - Staf merasa ditekan bila melakukan kesalahan - Ketika ada insiden yang dilaporkan, seolah terasa bahwa orang yang terlibatlah yang dilaporkan, bukan pada masalahnya - Staf khawatir terhadap kesalahan yang mereka buat tersimpan dalam data personel mereka | 54,47 44,84 66,67 33,55 |
| Unit | Skor positif |
| Instalasi hemodialisis | 56,50 |
| Instalasi Rawat Inap A | 68,28 |
| Instalasi Rawat Inap B | 64,60 |
| Instalasi Rawat Inap C | 67,23 |
| Maternitas dan reproduksi | 68,21 |
| Instalasi Kesehatan Anak | 65,22 |
| Instalasi Laboratorium | 49,53 |
| Instalasi Rawat Intensif | 73,20 |
| Instalasi Bedah Sentral | 67,87 |
| Instalasi Farmasi | 55,69 |
| Instalasi Radiologi | 76,04 |
| Instalasi Rawat Jalan | 65,28 |
| Instalasi Gawat Darurat | 66,31 |
| Instalasi Anestesi | 65,86 |
| Instalasi Rehabilitasi Medik Instalasi Gizi Kelompok Staf Medis | 75,44 64,71 62,53 |
| HD | IRNA A | IRNA B | IRNA C | IMR | INSKA | LAB | IRI | IBS | FARM | RAD | IRJ | IGD | Anest | Rehab | Gizi | KSM | |
| Kerjasama antar unit | 85.0 | 77.38 | 62.5 | 75.0 | 75.0 | 71.42 | 39.13 | 72.73 | 75.0 | 73.81 | 62.52 | 78.57 | 86.54 | 50.0 | 87.51 | 71.87 | 78.47 |
| Operan dan transisi | 60.0 | 70.24 | 56.25 | 75.0 | 63.04 | 60.71 | 29.16 | 63.63 | 56.25 | 54.55 | 43.75 | 64.29 | 42.86 | 66.66 | 75.0 | 84.44 | 50.12 |
| Ekspektasi dan tindakan supervisor dalam meningkatkan keselamatan pasien | 50.0 | 79.76 | 77.08 | 83.3 | 67.00 | 82.14 | 58.33 | 86.36 | 68.75 | 68.19 | 93.75 | 82.14 | 94.64 | 66.66 | 87.52 | 79.64 | 50.68 |
| Perbaikan yang berkelanjutan | 73.0 | 96.83 | 88.8 | 94.4 | 97.22 | 92.53 | 100 | 97.71 | 91.67 | 96.96 | 100 | 86.36 | 88.09 | 100 | 100 | 97.91 | 95.24 |
| Kerjasama dalam satu unit | 65.0 | 86.75 | 85.42 | 91.62 | 87.91 | 78.57 | 78.26 | 86.36 | 100 | 65.92 | 93.75 | 85.72 | 94.23 | 91.67 | 91.67 | 79.69 | 88.89 |
| Keterbukaan komunikasi | 46.67 | 70.97 | 47.22 | 44.41 | 55.52 | 61.90 | 38.38 | 76.76 | 50.0 | 30.31 | 75.0 | 54.54 | 45.24 | 55.56 | 72.23 | 41.67 | 33.33 |
| Umpan balik dan komunikasi mengenai kesalahan | 46.67 | 63.49 | 63.89 | 72.22 | 69.44 | 76.19 | 22.22 | 69.66 | 66.67 | 42.42 | 83.33 | 59.10 | 57.14 | 88.89 | 66.67 | 56.25 | 76.19 |
| Respon yang tidak menghukum terhadap suatu kesalahan | 40.0 | 53.92 | 61.1 | 66.67 | 52.88 | 45.23 | 50.0 | 69.66 | 58.32 | 39.42 | 83.33 | 50.0 | 54.82 | 66.72 | 72.23 | 62.5 | 61.92 |
| Penempatan staf / kepegawaian | 40.0 | 30.89 | 33.3 | 66.67 | 45.88 | 21.43 | 29.22 | 36.43 | 31.24 | 27.91 | 56.22 | 35.22 | 36.43 | 33.33 | 33.33 | 31.22 | 53.63 |
| Dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien | 86.71 | 77.78 | 80.6 | 77.78 | 80.61 | 83.32 | 64.71 | 81.82 | 83.31 | 84.83 | 91.73 | 77.32 | 88.12 | 88.92 | 94.44 | 85.43 | 76.22 |
| Frekuensi melaporkan bila ada insiden keselamatan pasien | 20.0 | 60.23 | 25.0 | 33.3 | 38.92 | 40.54 | 11.11 | 54.52 | 66.72 | 18.22 | 41.73 | 45.43 | 45.22 | 11.11 | 50.0 | 48.91 | 19.0 |
| Persepsi umum mengenai keselamatan pasien | 65.0 | 71.12 | 70.8 | 83.3 | 85.41 | 66.12 | 73.9 | 81.13 | 66.72 | 65.91 | 87.52 | 64.82 | 62.51 | 75.0 | 75.0 | 73.44 | 85.73 |
| Faktor | n (%) | p | |||||
| 0 | 1 – 2 | 3 – 5 | 6 – 10 | 11- 20 | >20 | ||
| Kontak langsung dengan pasien - Ya - Tidak | 104(40,47) 45(17,51) | 41(15,96) 19(7,39 ) | 20(7,78) 10(3,89) | 7(2,72) 4(1,56) | 2( 0,78) 3(1,16) | 1(0,39) 1(0,39) | 0,78 |
| Lama bekerja di RS - < 5 tahun - 5 tahun atau lebih | 55(21,40) 94(36.57) | 15(5,84) 44(17,12) | 7(2,72) 23(8,94) | 2(0,78) 9(3,50) | 1(0,38) 4(1,56) | 0 2(0,78) | 0,29 |
| Profesi - Dokter - Perawat - Apoteker - Radiografer - Analis laboratorium - Petugas gizi - Fisioterapis | 8(3,11) 57(22,18) 3(1,16) 0 0 4(1,56) 1(0,38) | 6(2,33) 22(8,56) 0 2(0,78) 3(1,16) 0 0 | 0 10(3,89) 1(0,38) 1(0,38) 2(0,78) 0 0 | 0 3(1,16) 0 0 0 0 0 | 0 1(0,38) 0 0 0 0 0 | 0 1(0,38) 0 0 0 0 0 | 0,002 |
| Jam kerja dalam seminggu - < 20 jam - 20 – 39 jam - ≥ 40 jam | 1(0,38) 67(26,07) 80(31,12) | 0 24(9,33) 35(13,61) | 0 12(4,67) 18(7,0) | 0 7(2,72) 4(1,56) | 0 3(1,16) 2(0,78) | 0 0 2(0,78) | 0,88 |
| Lama bekerja di unit - <5 tahun - 5 tahun atau lebih | 85(33,07) 64(24,90) | 35(13,62) 25(9,72) | 15(5,84) 15(5,84) | 5(1,94) 6(2,33) | 2(0,78) 3(1,17) | 2(0,78) 0 | 0,06 |
| Lama bekerja dalam profesi - < 5 tahun - 5 tahun atau lebih | 54(21,01) 95(36,96) | 22(8,56) 25(9,72) | 10(3,89) 19(7,39) | 4(1,57) 7(2,72) | 2(0,78) 3(1,17) | 1(0,39) 1(0,39) | 0,88 |
- Pembahasan
- Kesimpulan
- Nilai positif budaya keselamatan pasien di RSUP dr. Soeradji Tritonegoro Klaten masih di bawah standar yaitu 63,47 %
- Dimensi budaya keselamatan pasien yang mempunyai nilai yang baik (>75%) adalah :
- Kerjasama dalam satu unit
- Perbaikan yang berkelanjutan
- Dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien
- Dimensi budaya keselamatan pasien yang harus mendapat prioritas untuk perbaikan adalah :
- Frekuensi melaporkan bila ada insiden keselamatan pasien
- Penempatan staf/kepegawaian
- Sebanyak 88% unit kerja yang berhubungan dengan pasien di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten mempunyai nilai budaya keselamatan pasien yang rendah <75%. Unit kerja yang mempunyai budaya keselamatan pasien baik adalah instalasi radiologi dan rehabilitasi medic
- Jenis profesi adalah faktor yang berhubungan dengan pelaporan insiden (p 0,023)
- Rencana Tindak Lanjut
- Mengadakan acara pencanangan ulang gerakan “Budaya Keselamatan Pasien” di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan tujuan menyamakan persepsi dan menyatukan langkah untuk membudayakan keselamatan pasien sebagai budaya kerja
- Melakukan sosialisasi kembali mengenai “Budaya Keselamatan Pasien” melalui berbagai media di rumah sakit
- Mengaktifkan audit klinis dan audit medik secara rutin untuk menekan terjadinya insiden keselamatan pasien
- Membuat penilaian rutin dan memberi penghargaan terhadap unit kerja yang secara aktif memberikan laporan insiden keselamatan pasien, serta diundangkan di media informasi di lingkup RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
- Mengevaluasi kembali penempatan staf dengan lebih cermat sesuai dengan kompetensi staf dan beban kerja unit