← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Antibiotik”

Klaten, Senin 6 Maret 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Mengenal Antibiotik”. Narasumber Tho'atun Ma'rufah, S.Farm., Apt. Acara diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang. Salah satu obat untuk mengatasi masalah tersebut adalah antimikroba antara lain antibakteri/ antibiotik, antijamur, antivirus, antiprotozoal. Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa akibat yakni terjadi resistensi terhadap biotika adalah obatnya tidak mampu membunuh kuman atau kumannya menjadi kebal terhadap obat. Antibiotik merupakan obat yang sering diresepkan untuk pasien namun sering terjadi penggunaan yang tidak tepat dan berakibat terjadinya resistensi terhadap kuman. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan pasien tentang penggunaan antibiotik yang tepat. Pemakaian antibiotik yang tidak perlu dapat mengakibatkan pasien menggunakan obat dengan indikasi yang tidak jelas, sehingga dapat memberikan kontribusi perkembangan resistensi antimikroba. Penyalahgunaan antibiotik, termasuk kegagalan dalam terapi, over dosis, atau penggunaan kembali antibiotik yang tersisa dapat berpotensi mengekspos pasien untuk mengoptimalkan dosis terapi antibiotik. Fungsi Antibiotik Fungsi antibiotik adalah obat yang diresepkan oleh dokter untuk melawan bakteri. Cara kerja antibiotik dilakukan dengan dua cara, yaitu menghentikan pertumbuhan dan membunuh bakteri. Seseorang membutuhkan antibiotik adalah ketika imunitas tidak kuat lagi untuk menghancurkan bakteri. Hal- hal yang perlu diperhatikan
  1. Dokter perlu mengetahui riwayat alergi pasien
  2. Pasien perlu memberitahu riwayat kesehatan yang dimiliki
  3. Sebelum mengonsumsi Antibiotik, pasien harus memberitahu bila sedang mengonsumsi suplemen, obat-obatan/ produk herbal
  4. Beberapa jenis Antibiotik berisiko menurunkan efektivitas vaksin
  5. Pasien sebaiknya memberitahu bila sedang hamil, menyusui/ berencana untuk hamil
  6. Pasien sebaiknya segera menemui dokter bila merasakan gejala yang tidak normal setelah mengonsumsi antibiotik
Efek Samping
  1. Perut kembung
  2. Diare
  3. Nafsu makan menurun
  4. Nyeri sendi dan otot
  5. Mual dan muntah
Hipersensitivitas antibiotik
  1. Adalah keadaan yang mungkin dijumpai pada penggunaan antibiotik seperti Pruritus-Urtikaria (gatal) hingga reaksi Anafilaksis (reaksi alergi berat)
  2. Hipersensitivitas tipe cepat (Penisilin menyebabkan kejang sesak, Urtikaria/ biduran atau bentol- bentol pada kulit setelah disuntik)
  3. Hipersensitivitas perantara antibodi (tipe 2) (misal Beta Lactam dapat menyebabkan Anemia Hemolitik Imun)
  4. Hipersensitivitas perantara immun (tipe 3) (gejala demam, gatal, kemerahan muncul 1-3 minggu setelah pemberian obat )
  5. Hipersensitivitas tertunda (pemakaian Nitrofurantoin jangka panjang dapat menyebabkan sesak dan batuk)
MDRO (Multi Drug Resistant Organisms) MDRO (Multi Drug Resistant Organisms)/ Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik. Dengan adanya resistensi antibiotik ini menyebabkan antibiotik tidak dapat membunuh bakteri sehingga penyakit infeksi sulit sembuh. Penyebab dari MDRO (Multi Drug Resistant Organisms) : penggunaan antibiotik yang tidak tepat, penyebaran bakteri karena kurangnya kewaspadaan standar. Kenapa bakteri menjadi resisten ?
  1. Dipicu oleh penggunaan antibiotik yang salah
  2. Sering menggunakan antibiotik secara tidak tepat
  3. Konsumsi makanan yang mengandung residu antibiotik
  4. Tertular bakteri yang sudah resisten
Bijak gunakan antibiotik 1.Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter -Kenali obat yang diminum -Pahami aturan pakainya -Tanyakan ke Dokter/ Apoteker bila belum jelas aturan pakainya 2.Tidak gunakan antibiotik berdasarkan resep lalu 3.Demam, batuk, pilek, tidak perlu antibiotik cukup istirahat dan makan bergizi. Jika sakit lebih dari 3 hari, hubungi dokter. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka Cherney, K. Healthline. 2016. Leukemia vs. Lymphoma : What’s the Difference? Ansel, S.M. 2018. Hodgkin Lymphoma : 2018 Update on Diagnosis, Risk-Stratification, and Management. Am J Hematol, doi: 10.1002/ajh.25071.