← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Bahaya Status Asmatikus”

Klaten, Kamis 7 Maret 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Bahaya Status Asmatikus”. Narasumber Oktavia Eka Ningrum, S.Kep.Ns. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Asma merupakan suatu kelainan berupa Inflamasi (peradangan) saluran napas yang menyebabkan Hipereaktivitas atau reaksi berlebihan pada Bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan gejala Episodik berulang berupa Wheezing (mengi), batuk, sesak napas dan rasa berat di dada terutama pada malam dan atau dini hari yang umumnya bersifat Reversibel baik dengan atau tanpa pengobatan. Serangan asma dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor genetik, alergi, perubahan cuaca, lingkungan tempat tinggal, kondisi emosi yang tidak stabil, asap rokok, aktivitas fisik yang terlalu berat. Status asma terutama bila kondisi memburuk hingga mencapai tingkat parah atau mengancam nyawa yang dikenal sebagai "Status Asmatikus", yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan medis sesegera mungkin. Asma berat akut, dikenal sebagai Status Asmatikus, diartikan suatu serangan asma yang berat dan akut, berlangsung dalam beberapa jam sampai beberapa hari, yang tidak memberikan perbaikan pada pengobatan yang lazim. Asma merupakan penyakit gangguan inflamasi kronis saluran pernafasan yang dihubungkan dengan Hiperresponsif, keterbatasan aliran udara yang Reversible dan gejala pernafasan. Gejala Nafas pendek dan dangkal, bunyi mengi, batuk, sulit bernapas, berkeringat banyak, kesulitan berbicara (tidak dapat berbicara dalam kalimat lengkap), kelelahan dan kelemahan, nyeri otot perut, punggung, atau leher, merasa gelisah, bingung, atau tidak bisa berkonsentrasi, bibir atau kulit berwarna biru, penurunan kesadaran, merasa terengah-engah bahkan ketika sedang berbaring, dada terasa sesak, merasa bahwa anda perlu duduk atau berdiri untuk bernapas lebih mudah. Penyebab Belum diketahui pasti penyebab timbulnya status asmatikus pada beberapa penderita asma serta mengapa pengobatan asma tidak memberikan respon terhadap gejala status asmatikus. Namun biasanya disebabkan oleh pemicu yang berperan terhadap serangan asma yakni :
  1. Terdapat suatu infeksi pada saluran pernapasan
  2. Stres yang berat
  3. Cuaca yang dingin
  4. Terjadi reaksi alergi yang parah
  5. Terdapat polusi udara
  6. Paparan terhadap bahan kimia dan zat iritasi lain
  7. Merokok
  8. Timbulnya Status Asmatikus mungkin juga terkait dengan penyakit Asma yang tidak terkontrol
Komplikasi Status Asmatikus
  1. Asfiksia (rendahnya kadar oksigen tubuh) akibat penyumbatan Mukus
  2. Pneumothorax (penumpukan udara di rongga Pleura)
  3. Aritmia (gangguan irama) jantung
  4. Gangguan elektrolit dan metabolik
  5. Infark Miokard (Nekrosis jaringan otot jantung)
  6. Hingga kerusakan otak akibat Hipoksia (kurangnya oksigen dalam darah)
Serangan Asma dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
  1. Faktor genetik
  2. Alergi
  3. Perubahan cuaca
  4. Lingkungan tempat tinggal
  5. Kondisi emosi yang tidak stabil (marah, depresi, sedih atau senang yang berlebihan)
  6. Asap rokok
  7. Aktivitas fisik yang terlalu berat
Pemeriksaan
  1. Pemeriksaan saturasi oksigen dengan Pulse Oxymeter
  2. Pemeriksaan Spirometry(untuk menilai kapasitas paru),
  3. Pemeriksaan Rontgen dada
  4. Pemeriksaan Elektrokardiogram
Bahaya Status Asmatikus Bila dibiarkan, Status Asmatikus dapat menyebabkan sesak napas mendadak yang hebat. Hal ini membuat kekurangan oksigen, biru sekitar mulut, kejang, tidak sadar, bahkan dapat memicu kematian. Penanganan Tujuan utama penanganan status Asmatikus adalah untuk mengendalikan penyakit dengan memulai pengobatan untuk menghilangkan gejala secepat mungkin. Pasien harus memulai pengobatan pada tahap yang sesuai dengan tingkat keparahan Asma. Tujuannya adalah untuk mencapai pengendalian dini dan mempertahankannya dengan meningkatkan pengobatan sesuai kebutuhan.
  1. Penanganan mandiri, dengan obat- obatan yang telah rutin dipersiapkan
  2. Rumah Sakit/ IGD
Pencegahan
  1. Memantau pemicu timbulnya asma
  2. Membawa obat inhaler dimana pun, khususnya bagi pasien yang terdiagnosis status asmatikus
  3. Minta bantuan teman dan keluarga saat mengalami serangan asma
  4. Pola hidup sehat
Segera datang ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami gejala Asma (sesak napas, bunyi mengi, batuk) yang tidak dapat diatasi dengan obat inhaler Asma. Status Asmatikus merupakan suatu kegawatdaruratan medis sehingga semakin cepat mendapat pengobatan semakin mengurangi risiko komplikasi yang terjadi. Daftar Pustaka Dandan, J. G., Parhusip, M. B., & Frethernety, A. (2022). Literature Review: Gambaran Faktor–Faktor Pencetus Asma pada Pasien Asma. Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya, 1-5. Dedi, Yuniati, Y., & Afifah. (2022). ktor Predisposisi dan Pencetus dengan Serangan Asma Bronkhial di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Darat Medan Tahun 2021. Journal Healthy Purpose. 1(2), 41-50.