← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Penyakit Paget”

Klaten, Kamis 7 Maret 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit Paget”. Narasumber Syeikha Mega Surya Pramita, Ners. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Penyakit Paget atau Paget’s Disease adalah kelainan pada proses regenerasi tulang, sehingga menyebabkan bentuk tulang tidak normal (biasanya bengkok) dan rapuh. Normalnya, sel tulang akan selalu mengalami proses regenerasi. Pada proses ini, tulang lama diserap oleh Osteoklas, dan digantikan tulang baru oleh Osteoblas. Namun pada penyakit Paget atau yang disebut juga dengan Osteitis Deformans, terjadi penyerapan berlebih pada Osteoklas yang menyebabkan Osteoblas bertindak untuk mengimbangi penyerapan ini dengan reaksi berlebihan, sehingga jaringan tulang baru yang dibentuk menjadi lebih besar dan rapuh. Penyakit Paget adalah kelainan tulang yang dapat terjadi pada semua orang. Namun, kebanyakan orang yang menderita penyakit ini berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit Paget cukup jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun. Penyebab Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab Paget’s Disease. Namun, penelitian dalam situs National Organization for Rare Disorders menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan infeksi virus pada tulang yang berlangsung selama bertahun-tahun. Faktor risiko
  1. Riwayat keluarga dengan penyakit serupa
  2. Berjenis kelamin pria
  3. Pertambahan usia
  4. Sering terpapar polusi lingkungan
Gejala Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Kalaupun muncul gejala, biasanya keluhan utama penderita penyakit Paget adalah rasa nyeri pada tulang, Deformitas (perubahan bentuk tulang), serta lebih mudah mengalami patah tulang (fraktur). Beberapa gejala lain yang bisa muncul cukup bervariasi, tergantung dari bagian tubuh yang terdampak.
  1. Tulang tengkorak: kelainan pada proses pembentukan tulang tengkorak, sehingga penderitanya mengalami nyeri kepala serta gangguan pendengaran.
  2. Tulang tungkai: perubahan bentuk pada tungkai menjadi bengkok atau kaki berbentuk O pada anak-anak.
  3. Tulang belakang: menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang serta kesemutan, nyeri, dan mati rasa di tungkai atau lengan.
Pemeriksaan
  1. Foto rontgen, untuk melihat kondisi tulang secara jelas.
  2. Bone Scan, mendeteksi bagian tulang yang terpengaruh oleh Paget’s disease.
  3. Pemeriksaan laboratorium dengan tes darah, untuk mengukur kadar alkali fosfatase.
  4. Biopsi tulang, memeriksa sampel tulang di laboratorium untuk memastikan penyakit yang diderita pasien.
Komplikasi
  1. Osteoarthritis
  2. Hiperkalsemia (Peningkatan kadar kalsium)
  3. Kesulitan berjalan
  4. Patah tulang (Fraktur)
  5. Kanker tulang
  6. Gagal jantung
  7. Gangguan saraf
Penanganan
  1. Pemberian Obat-obatan
  2. Operasi
Beberapa metode operasi yang sering digunakan untuk menangani penyakit Paget, di antaranya:            -Fiksasi Internal, untuk mengembalikan posisi tulang ke posisi yang seharusnya.            -Osteotomi, untuk mengembalikan bentuk tulang dan mengurangi nyeri pada area yang terdampak -Operasi penggantian sendi total, untuk mengganti sendi yang sudah rusak atau meradang dengan sendi buatan atau tiruan                     (prostesis). Daftar Pustaka Dell’Atti C, Cassar-Pullicino VN, Lalam RK, Tins BJ, Tyrrell PNM. The spine in Paget’s disease. Vol. 36, Skeletal Radiology. 2007. p. 609–26. Hadjipavlou AG, Gaitanis IN, Katonis PG, Lander P. Paget’s disease of the spine and its management. Vol. 10, European Spine Journal. 2001. p. 370–84. P Bouchette, SW Boktor. Paget Disease. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2022.