← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Down Syndrome”
Klaten, Kamis 21 Maret 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Down Syndrome”. Narasumber Dias Putri Kusumastuti, S.Kep.Ns. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.
Down Syndrome adalah kelainan genetik yang terjadi akibat kelebihan kromosom 21. Orang dengan Down Syndrome memiliki 47 kromosom, sedangkan orang normal memiliki 46 kromosom. Kelebihan kromosom ini dapat terjadi pada semua sel tubuh (Trisomi 21) atau hanya pada sebagian sel tubuh. Kromosom ekstra tersebut menyebabkan jumlah protein dalam tubuh juga berlebih sehingga mengganggu pertumbuhan normal dari tubuh dan menyebabkan perubahan otak yang sudah tertata sebelumnya. Selain itu, kelainan tersebut juga dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik, ketidakmampuan belajar, bahkan penyakit jantung. Pasien Down Syndrome umumnya menghadapi masalah yang relatif sama yaitu bermasalah dengan cara berkomuniasi juga mengalami masalah dalam perilaku dan emosi yang labil, begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, biasanya anak Down Syndrome mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bina diri, seperti memakai baju, makan, mandi dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan keluarga sulit untuk menerima keadaan anak dengan Down Syndrome.
Tipe-tipe Down Syndrome
- Trisomi 21, tipe yang paling umum, terjadi ketika terdapat salinan kromosom 21 tambahan di semua sel tubuh
- Translokasi Robertson, terjadi ketika sebagian kromosom 21 menempel pada kromosom lain
- Mosaikisme, terjadi ketika beberapa sel tubuh memiliki 46 kromosom dan beberapa sel lainnya memiliki 47 kromosom
- Wajah yang khas, dengan mata sipit, hidung yang lebar dan telinga yang kecil
- Leher yang pendek
- Hypotonia (otot yang lemah)
- Pertumbuhan yang terhambat
- Keterlambatan perkembangan
- Gangguan belajar
- Kelainan jantung
- Kelainan pencernaan
- Gangguan pendengaran
- Gangguan penglihatan
- Usia ibu
- Riwayat kehamilan sebelumnya
- Kelainan Kromosom orang tua
- Faktor kesehatan ibu lainnya
- Infeksi virus
- Radiasi
- Penuaan sel telur
- Masalah jantung dan pembuluh darah (Kardiovaskular)
- Masalah Endokrin/ Hormon
- Masalah kelainan darah (Hematologi) dan Onkologi
- Masalah saluran cerna
- Infeksi dan gangguan sistem pertahanan tubuh
- Masalah Neurologi
- Gangguan telinga, hidung dan tenggorokan
- Gangguan penglihatan
- Intervensi dini, seperti fisioterapi, terapi okupasi dan terapi wicara
- Pendidikan khusus
- Layanan kesehatan yang komprehensif
- Dukungan sosial dan emosional
