← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Apa itu Bank Darah Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro”

Klaten, Senin 10 Juni 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Mengenal Apa itu Bank Darah Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro”. Narasumber Sumpono, AMd. Kes. Acara diselenggarakan di ruang rawat inap RSST. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) adalah suatu unit pelayanan di rumah sakit yang bertanggung jawab atas tersedianya darah untuk transfusi yang aman, bermutu dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Transfusi darah adalah prosedur umum untuk menyalurkan darah atau komponen darah kepada seseorang melalui jalur Intravena. Prosedur yang berpotensi menyelamatkan jiwa ini bisa membantu mengganti darah yang hilang karena operasi atau cedera. Transfusi darah juga bisa membantu jika suatu penyakit mencegah tubuh membuat darah atau beberapa komponen dengan benar. Pelayanan Transfusi Darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang meliputi perencanaan, pengerahan dan pelestarian pendonor darah, penyediaan darah, pendistribusian darah dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Tujuan Transfusi Darah Transfusi darah bertujuan untuk menggantikan darah dalam tubuh seseorang yang hilang akibat operasi, cedera, penyakit, gangguan pendarahan dan lainnya. Manfaat Transfusi Darah Transfusi darah dapat menyelamatkan nyawa seseorang serta menurunkan risiko komplikasi akibat kehilangan darah yang parah. Perdarahan yang banyak dapat menyebabkan kadar Hemoglobin menurun drastis, sehingga menyebabkan kerusakan pada banyak organ tubuh karena kekurangan oksigen. Bila perdarahan berlanjut, suplai Trombosit dan Plasma tubuh akan berkurang. Kemudian, darah tidak bisa menggumpal dan pendarahan tidak akan berhenti. Sehingga transfusi ini bermanfaat bagi pasien dengan mengobati atau mencegah situasi tersebut. Efek Samping dan Komplikasi Transfusi Darah Efek samping transfusi darah adalah demam, reaksi alergi, Anafilaksis, kelebihan zat besi, cedera paru-paru, kelebihan cairan akibat transfusi darah (Transfusion-Associated Circulatory Overload), Infeksi, Penyakit Graft Versus Host, Acute Immune Hemolytic Reaction, Delayed Immune Hemolytic Reaction. Pemenuhan Kebutuhan Darah di Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro Untuk memenuhi kebutuhan darah pasien maka Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro melakukan hubungan kerjasama dengan :
  • UTD PMI Kab. Klaten
  • UTD PMI Kota Yogyakarta
Pelayanan BDRS (Bank Darah Rumah Sakit) Soeradji Tirtonegoro
  • Pelayanan BDRS 24 jam
  • Hasil Pemeriksaan 120 menit
Alur Permintaan Darah Rawat Inap di Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro
  1. Perawat menyiapkan formulir pemberian informasi dan persetujuan/ penolakan tindakan transfusi darah dan formulir permintaan darah untuk transfusi
  2. DPJP memberikan edukasi kepada keluarga pasien terkait kebutuhan pasien untuk transfusi darah
  3. DPJP meminta persetujuan pasien atau keluarga pasien
  4. Perawat menyiapkan alat dan bahan
  5. Perawat mengambil sampel darah pasien sebanyak 3 ml pada tabung EDTA, memberikan label identitas pasien dan mengisi formulir permintaan darah untuk transfusi
  6. Perawat menyerahkan formulir permintaan darah untuk transfusi dan sampel darah pasien kepada House Keeping
  7. House Keeping menyerahkan formulir permintaan darah untuk transfusi dan sampel darah pasien kepada admin BDRS/ UTD RSST
  8. Admin BDRS/ UTD RSST menerima dan mencocokkan kesesuaian identitas pasien pada formulir permintaan darah dan sampel darah pasien
  9. Menghubungi kurir (petugas kendaraan) sesuai jadwal
  10. Admin BDRS/ UTD RSST menerangkan kepada kurir tentang kebutuhan darah yang diminta dan melengkapinya dengan administrasi lain yang diperlukan (biaya)
  11. Kurir mengirim formulir permintaan darah dan sampel darah pasien ke PMI sesuai arahan dari administrasi BDRS/ UTD RSST
  12. Kurir mengambil darah ke PMI sesuai arahan dari PMI
  13. Kurir menyerahkan darah dan bukti administrasinya ke Admin BDRS/ UTD RSST
  14. Admin BDRS/ UTD RSST menghubungi perawat ruangan untuk mengambil darah
  15. Perawat ruangan menghubungi House Keeping untuk mengambil darah ke BDRS/ UTD RSST
  16. Admin BDRS/ UTD RSST menyerahkan darah kepada House Keeping
  17. House Keeping menyerahkan darah kepada perawat ruangan
  18. Perawat ruangan menerima darah dan melakukan identifikasi
  19. Perawat memasukkan darah ke pasien dan melakukan monitoring selama pemberian produk darah
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Referensi Zulqifni Fauzan, dkk. 2022. Pemberian Transfusi Darah sebagai Upaya Peningkatan Perfusi Jaringan Pada Pasien Anemia. Jurnal Inovasi Penelitian Volume 3 Nomer 5. Prihatini, dkk. 2012. Clinical Pathology and Medical Laboratory. Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia. Jurnal Ilmiah Patologi Klinik Indonesia Volume 19 Nomer 1. SOP AP Permintaan Darah untuk Transfusi Darah Standar/ Cito Tahun 2024 Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro