← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Mengenal Penyakit Flu Singapura”

Klaten, Selasa Juni 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit Flu Singapura”. Acara diselenggarakan di ruang rawat inap Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro. Penyakit Flu Singapura atau disebut sebagai penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi yang sering menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (bahkan hingga 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap penyakit Flu Singapura. Penyakit ini sangat menular biasanya ditandai adanya luka pada bagian tubuh seperti telapak tangan, kaki dan mulut atau bibir. Anak-anak lebih beresiko terkena penyakit ini karena sistem imun dalam tubuh mereka masih lemah. Kasus HFMD beberapa ditemukan pada anak yang berusia di bawah 5 tahun terutama rentang umur antara 1-5 tahun tetapi tidak terlihat adanya perbedaan proporsi jenis kelamin dan tidak mempengaruhi kepekaan seseorang untuk terinfeksi virus HFMD. HFMD memiliki pola penyebaran yang dipengaruhi oleh cuaca dan iklim seperti di Indonesia yang mempunyai iklim tropis dan iklim sedang di negara lain (musim panas dan musim gugur) yang sangat mendukung penyebaran infeksi penyakit ini semakin cepat. Penderita HFMD dapat menularkan virus melalui cairan hidung dan tenggorokan, cairan dari lenting yang pecah, maupun feses. Orang dengan HFMD sangat menulaar dalam 1 minggu pertama dan dapat terjadi beberapa hari hingga minggu setelah sembuh bahkan tanpa gejala. Penyebab Penyakit flu Singapura ini umumnya disebabkan oleh Strain Coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Gejala
  1. Demam
  2. Sakit Kepala
  3. Sakit Tenggorokan
  4. Pilek
  5. Luka kecil seperti bisul di tenggorokan dan amandel
  6. Ruam pada telapak tangan, telapak kaki dan bokong
  7. Rasa nyeri saat menyentuh telapak tangan dan telapak kaki
  8. Nafsu makan buruk atau berkurang karena nyeri saat menelan
  9. Setelah ruam sembuh, kulit mengelupas
Faktor Risiko Bayi dan anak kecil (kurang dari 10 tahun), anak sekolah, anak yang tinggal di panti asuhan, orang yang kurang menjaga kebersihan tangan Penularan
  1. Menghirup tetesan virus dari orang yang terinfeksi ketika berbicara dari dekat
  2. Menyentuh sesuatu yang pernah bersin, batuk atau mengeluarkan air liur
  3. Berciuman, berpelukan dan berbagi tempat makan atau minum dengan orang yang terinfeksi
  4. Menyentuh kotoran dari orang yang terinfeksi. Misalnya Ketika mengganti popok buah hati
  5. Menyentuh cairan tubuh yang keluar akibat lecet
Komplikasi
  1. Meningitis
  2. Sepsis
Pemeriksaan
  1. Wawancara medis
  2. Pemeriksaan fisik dokter
  3. Tes infeksi virus
  4. Tes imunofluoresensi langsung (Direct Fluorescent Antibody Test)
  5. Tes PCR (Polymerase Chain Reaction)
  6. Tes darah
Penanganan Penyakit kaki, tangan, dan mulut umumnya ringan dan dapat sembuh dalam 7 - 10 hari. Oleh karena itu, cara mengobati Flu Singapura umumnya adalah dengan terapi suportif. Misalnya, pemberian obat Paracetamol atau Ibuprofen untuk mengobati demam dan nyeri.
  1. Pemberian obat untuk mengurangi gejala, seperti penurun demam dan sebagainya. Perlu dicatat bahwa resepnya harus didapat dari dokter di rumah sakit atau puskesmas
  2. Istirahat cukup
  3. Perbanyak konsumsi minuman dingin untuk mereduksi rasa sakit di tenggorokan
  4. Jauhi makanan dan minuman asam atau pedas. Hal ini bertujuan untuk menghindari rasa perih pada luka
Pencegahan
  1. Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir
  2. Mendisinfeksi ruangan yang digunakan oleh banyak orang, termasuk sekolah, juga barang-barang yang digunakan oleh si kecil
  3. Mengajarkan anak tentang higienitas, seperti mencuci tangan terlebih dahulu, tidak memasukkan jari ke dalam mulut, dan lain-lain
4.  Mengisolasi orang yang infeksius Daftar Pustaka Arifin Fitriani Rani, dkk. 2021. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang flu singapura pada anak balita. STIKes Sukabumi. Jurnal Ilmiah Stikes Yarsi Mataram (JISYM) Volume 11, Nomer 2. Sari Perwito Dewi. 2022. Peningkatan Pengetahuan Guna Pencegahan Hand Foot Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura. Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Kesehatan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. J.Abdimas: Community Health Volume 3 Nomer 2.