← Kembali ke Informasi Terkini
“Koreksi Postur Akibat Skoliosis dengan BRACE”
Klaten, Kamis Juni 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Koreksi Postur Akibat Skoliosis dengan BRACE”. Narasumber Danny Trias Jatmiko. Acara diselenggarakan di rawat jalan terpadu Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro.
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang berupa lengkungan ke samping kiri atau kanan. Skoliosis ini dapat berupa Skoliosis fungsional yang dapat diperbaiki atau Skoliosis struktural yang cenderung menetap. Sekitar 15-20 % dari kasus Skoliosis penyebab awalnya tidak diketahui, serta 80% kasus Skoliosis struktural mempunyai etiologi idiopatik dan biasanya ditemukan pada anak-anak atau remaja. 85% dari semua kasus Skoliosis, 2-3% anak usia antara 10 - 15 tahun. Perempuan jauh lebih mungkin untuk memiliki kurva yang lebih besar atau kurva yang akan berkembang. Pada usia 16 tahun Skoliosis berkembang di sekitar 3%, hanya 0,3-0,5%, kurva progresif memerlukan terapi kurva. Banyak tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki derajat Skoliosis yaitu dapat berupa observasi, terapi rehabilitasi seperti pemberian Orthosis/ Brace atau operasi. Brace adalah alat Ortopedi yang dirancang untuk membantu mengoreksi kelengkungan tulang belakang dan mencegah perkembangan Skoliosis yang lebih lanjut. Alat ini digunakan sebagai terapi atau pengobatan Skoliosis yang efektif mengendalikan perburukan perkembangan kelainan tulang belakang pada anak-anak dan remaja Skoliosis Brace memang dirancang untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan kelengkungan tulang belakang. dua jenis kawat, yakni kawat kaku dan kawat dinamis, digunakan sebagai komponen penyusun alat kesehatan ini. Kawat yang kaku untuk memberikan tekanan pada tulang belakang penderita Skoliosis dari beberapa titik. Sedangkan kawat yang dinamis bekerja untuk memperlambat perkembangan kurva kelengkungan melalui pelatihan membiasakan postur tubuh yang benar. Kedua kawat tersebut terbukti dapat memperlambat perkembangan Skoliosis serta mengurangi keharusan penderita Skoliosis untuk operasi. Namun, perlu diingat bahwa alat kesehatan ini tidak dapat meluruskan tulang belakang penderita Skoliosis secara utuh dan permanen.
Penyebab Skoliosisis
- Usia
- Kongenital
- Aktivitas
- Idiopatic (belum diketahui)
- Satu sisi bahu lebih tinggi
- Ada tulang belikat yang menonjol
- Nyeri dan kaku punggung atas dan bawah
- Cepat lelah
- Mudah sesak nafas
- MRI
- Radiologi
- CT Scan
- Adam Test
- Scoilometer
