← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Mengenal Obat Analgetik / Anti Nyeri

Klaten, Selasa Juni 2024, Tim Promosi Kesehatan rumah sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Mengenal Obat Analgetik / Anti Nyeri”.Narasumber Ermila Nora Fatrotin, S.Farm.Apt. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral rumah sakit Soeradji Tirtonegoro. Nyeri menurut International Association for Study of Pain (IASP) adalah suatu pengalaman perasaan dan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan jaringan yang nyata/ aktual maupun yang berpotensi/ potensial untuk terjadinya kerusakan jaringan. Nyeri bersifat subyektif dan individual.  Gejala nyeri dapat digambarkan, diantaranya tajam menusuk, pusing, panas seperti terbakar, menyengat, pedih, nyeri yang merambat, rasa nyeri yang hilang-timbul dan berbeda tempat rasa nyeri. Persepsi seseorang terhadap rasa sakit dapat menentukan kapan dan bagaimana orang tersebut mengambil tindakan dalam pengobatan sendiri (Swamedikasi). Analgetik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau meredakan nyeri. Analgetik sering dikonsumsi untuk meredakan gejala seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit saat menstruasi, nyeri otot, sakit perut, kelelahan dan lainnya. Penjualan obat-obatan secara bebas khususnya analgetik dapat dijadikan alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan, tetapi hal ini dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Klasifikasi Nyeri 1.Durasi nyeri, berdasarkan durasi nyeri di bagi menjadi 2 yaitu : a.Nyeri akut merupakan nyeri tiba- tiba dan disebabkan oleh sesuatu yang spesifik. Berlangsung tidak lebih dari enam bulan. Nyeri ini akan hilang bila tidak ada lagi penyebab yang mendasari rasa sakit tersebut. b.Nyeri kronis merupakan nyeri akut bersifat jangka pendek dan biasanya hilang setelah penyebabnya diobati. Nyeri kronis berlangsung lama dan sering memerlukan penanganan berkelanjutan. 2.Lokasi nyeri, berdasarkan lokasinya, nyeri di bagi menjadi 2 yaitu : a.Nyeri Somatik merupakan nyeri yang terjadi pada jaringan. Nyeri somatik dibagi menjadi dua yaitu superfisial dan profunda. Superfisial melibatkan stimulasi nosiseptor di kulit, jaringan subkutan atau membrane mukosa, biasanya nyeri terokalisir dengan baik sebagai sensasi tajam, tertusuk atai terbakar. Profunda melibatkan otot, tendon dan sendi, fasia, dan tulang. Nyeri ini terlokalisir dan biasanya dijelaskan sebagai tumpul, nyeri atau kram. b.Nyeri Viseral merupakan Nyeri yang terjadi dalam organ, seperti hati, paru, saluran gastrointestinal, pankreas, hati, kandung empedu, ginjal dan kandung kemih. Nyeri ini biasanya dihasilkan oleh penyakit dan terlokalisir buruk serta dijelaskan nyeri dalam dengan sensasi tajam menusuk dan menyebar. Obat Analgetik Analgetik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau meredakan nyeri. Analgetik sering dikonsumsi untuk meredakan gejala seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit saat menstruasi, nyeri otot, sakit perut, kelelahan dan lainnya. Analgetik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu golongan Opioid (Narkotik) dan Non Opioid. Analgetik golongan Opioid dalam penggunaan berulang dapat menimbulkan ketergantungan dan toleransi. Sedangkan analgetik Non Opioid adalah analgetik yang tidak menimbulkan ketergantungan dan toleransi fisik. Analgetik golongan non Opioid merupakan golongan obat yang bekerja di sistem saraf Perifer untuk menghasilkan efek analgesia. Golongan non Opioid sangat efektif dalam mengatasi nyeri akut derajat ringan dan penyakit radang kronik seperti Artritis. Berikut beberapa contoh obat analgetika golongan non Opioid. 1.Parasetamol Pereda nyeri jenis ini paling mudah didapatkan tanpa resep dokter. Parasetamol tidak memiliki sifat anti inflamasi dan dapat digunakan untuk nyeri kepala/ Migrain, cedera ringan, nyeri punggung bawah kronis, bahkan Arthritis. Apabila digunakan berlebihan, ia dapat menyebabkan kerusakan hati. Oleh sebab itu, tidak boleh mengonsumsinya lebih dari 4 gram dalam 24 jam. 2.Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID)/ OAINS Beberapa jenis pereda nyeri NSAID antara lain adalah Asam Mefenamat, Aspirin, Ibuprofen, Naproxen, Meloxicam, Piroksikam, Diklofenak, Flurbiprofen dan Ketorolac. Obat-obatan ini ada yang dijual bebas dan ada yang harus ditebus menggunakan resep dokter. Sebagian besar obat ini memiliki sifat anti inflamasi. Obat anti inflamasi hanya boleh digunakan 48 jam setelah cedera terjadi. Jika digunakan sebelum waktu tersebut, obat ini dapat mempengaruhi proses penyembuhan dalam beberapa kondisi. Nyeri yang dapat diobati dengan NSAID antara lain adalah sakit kepala/migrain, nyeri yang disertai peradangan, kram menstruasi, nyeri pinggang kronis, radang sendi, dan cedera, trauma, atau operasi ringan hingga berat. 3.Obat Antikejang, Antidepresan, dan Anestesi Lokal Nyeri yang bisa diobati dengan obat-obatan tersebut adalah nyeri akibat kerusakan/gangguan saraf, neuropati, nyeri tungkai semu, Fibromyalgia, nyeri pinggang kronis, dan nyeri kanker. Meski begitu, nyeri neuropatik cukup sulit diobati. Bisa saja membutuhkan beberapa minggu pengobatan antikejang atau antidepresan untuk melihat hasilnya. Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat analgetika
  1. Jika anda merasa nyeri yang intens atau kronis, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pereda nyeri secara teratur. Dokter akan memberikan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi kesehatan anda. Pereda nyeri tidak mengatasi akar penyebab nyeri dan obat itu dapat menyebabkan efek samping jangka panjang.
  2. Selalu mengikuti dosis dan petunjuk penggunaan yang diberikan oleh dokter atau yang tertera pada kemasan. Jangan menggunakan dosis lebih tinggi dari yang direkomendasikan.
  3. Gunakan pereda nyeri hanya saat benar-benar diperlukan, misalnya ketika rasa sakit tidak dapat diatasi dengan metode lain. Sebaiknya hindari penggunaannya secara rutin sebagai pencegahan. Gunakan hanya saat anda benar-benar mengalami rasa sakit.
  4. Perhatikan efek samping. Jika anda mengalami efek samping seperti mual, pusing, atau perubahan lain dalam kondisi kesehatan setelah mengonsumsinya, segera konsultasikan dengan dokter.
Perlu diperhatikan setiap orang memiliki toleransi dan respon yang berbeda terhadap obat. Jika anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang penggunaan pereda nyeri yang tepat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi anda. Daftar Pustaka Wardoyo Vivaldi Asyraf, Rasmi Zakiah Oktarlina. 2019. Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Obat Analgesik pada Swamedikasi Untuk Mengatasi Nyeri Akut. Literature Review. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Volume 10 Nomer 2. Mita Ratnawulan Soraya, Patihul Husni. 2017. Pemberian Pemahaman Mengenai Penggunaan Obat Analgesik Secara Rasional pada Masyarakat di Arjasari Kabupaten Bandung. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Volume 6 Nomer 3.