← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Penyakit Jantung Bawaan”
Klaten, Selasa Juni 2024, Tim Promosi Kesehatan rumah sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit Jantung Bawaan”. Narasumber Evianita Ika Maharani, S.Kep., Ners.. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral rumah sakit Soeradji Tirtonegoro.
Penyakit Jantung Kongenital atau biasa disebut dengan penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang dibawa dari lahir yang terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin. Kelainan yang terjadi pada struktur jantung tersebut akan mempengaruhi aliran darah dalam tubuh pasien. Aliran darah yang dipompakan oleh jantung ke seluruh tubuh dapat mengalir ke arah yang salah, terhambat, tidak maksimal, atau bahkan benar-benar tersumbat. Perkembangan merupakan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Kualitas perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti faktor internal, prenatal, persalinan, dan paska persalinan. Gangguan perkembangan dapat berdampak pada kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. Gangguan perkembangan pada anak dapat dideteksi dini dengan melakukan skrining.
Faktor risiko
Faktor risiko Penyakit Jantung Kongenital ini dibagi menjadi 2 faktor yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan
- Faktor Genetik biasanya dikarenakan adanya riwayat penyakit keluarga dan karena kelainan kromosom (Trisomy 21, Trisomy 13 dan Trysomi 18).
- Faktor lingkungan meliputi : Adanya virus Rubella pada trimester pertama (sering didapatkan kelainan VSD, PDA, Pulmonary Artery Stenosis dan Vulvular Pulmonic Stenosis), penggunaan obat-obatan yang Teratogenik (menyebabkan kerusakan embrio) selama masa kehamilan, konsumsi alkohol yang berlebihan (Maternal Alcohol Abuse).
- Tanda dan gejala penyakit jantung kongenital antara lain:
- Sesak nafas dan kebiruan pada kulit
- Bibir dan kuku jari tangan (Sianosis).
- Selain itu dapat dilihat dari adanya gangguan pertumbuhan
- Berkurangnya toleransi latihan
- Kekerapan infeksi saluran napas berulang
- Terdengarnya bising jantung merupakan petunjuk awal terdapatnya kelainan jantung pada seorang bayi atau anak
- Penyakit Jantung Bawaan/ PJB Asianotik merupakan penyakit jantung bawaan yang tidak mempengaruhi kadar oksigen dalam tubuh. Kadar oksigen dalam tubuh tidak menurun sehingga tidak terlihat kebiruan. PJB Asianotik dibagi menjadi 2 yaitu dengan pirau dan tanpa pirau. Maksud dari pirau adalah celah atau lubang.
- Penyakit Jantung Bawaan/ PJB Sianotik merupakan penyakit jantung bawaan yang mempengaruhi kadar oksigen dalam tubuh, sehingga apabila darah tidak membawa oksigen yang cukup akan mengakibatkan kebiruan pada kulit, bibir serta kuku.
- Pemeriksaan fisik oleh dokter yang meliputi pemeriksaan inspeksi, Palpasi dan Auskultasi
- Pemeriksaan Pulse Oximetry
- Elektrokardiografi (EKG)
- Foto rontgen dada
- Ekokardiografi
- Obat-obatan
- Katerisasi jantung
- Operasi
- Sindrom Eisenmenger
- Serangan Sianotik
- Abses otak
- Pemeriksaan kehamilan secara rutin
- Skrining risiko infeksi virus
- Hanya konsumsi obat sesuai resep dokter
