← Kembali ke Informasi Terkini
“Mengenal Penyakit Emfisema”
Klaten, Juli 2024, Tim Promosi Kesehatan rumah sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit Emfisema”. Narasumber Ahnaf Syariful Hidayat, AMK. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral rumah sakit Soeradji Tirtonegoro.
Emfisema merupakan jenis penyakit paru obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara (Alveoli) di paru-paru. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan. Emfisema adalah penyakit yang mengenai parenkim paru. Orang yang terkena Emfisema mengalami kerusakan pada Alveoli. Alveoli merupakan tempat pertukaran gas pernapasan sehingga penderita Emfisema akan sulit bernapas. Emfisema adalah salah satu jenis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOPK) yang umum terjadi. Emfisema akan memburuk seiring berjalan waktu. Meskipun ada penanganan untuk memperlambat perkembangan penyakit Emfisema, namun Alveolus yang rusak tidak bisa dipulihkan.
Penyebab
Penyebab utama emfisema adalah paparan zat yang dapat mengiritasi paru-paru dalam jangka panjang, seperti:
- Asap rokok
- Polusi udara
- Asap atau debu bahan kimia dari lingkungan
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Nafas pendek terutama saat beraktivitas ringan
- Batuk yang terus-menerus dan mengeluarkan dahak
- Mengi
- Sesak atau nyeri di dada
- Nafsu makan menurun
- Penurunan berat badan
- Kelelahan
- Tubuh menjadi lemah
- Merokok
- Seseorang sering terpapar asap rokok atau perokok pasif
- Menetap atau bekerja di lingkungan yang mudah terpapar polusi udara, seperti lingkungan pabrik atau industri
- Berusia 40 tahun ke atas
- Memiliki riwayat Defisiensi Alfa-1 Antitripsin atau Penyakit Paru Obstruktif (PPOK) dalam keluarga.
- 1. Pneumonia
- Pneumothorax
- Pemeriksaan fisik
- Elektrokardiografi
- Pemeriksaan laboratorium darah lengkap,
- Pemeriksaan CXR
- CT Scan Toraks
- Memposisikan pasien dengan nyaman , dengan posisi tidur atau duduk
- Fisioterapi disamping depan pasien, kedua tangan terapis diletakkan pada bagian Lateral Lower Costae.
- Pasien diminta untuk menarik dan menghembuskan nafas serileks mungkin
- Latihan diulangi 4-6x pengulangan (semampu pasien)
- Pasien diminta untuk mengulangi latihan ini sendiri
- Latihan batuk efektif
- Postural Drainage
- Perkusi
- Chest Mobilization
- Berhenti merokok
- Menghindari asap rokok atau polusi udara
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Berolahraga rutin
- Berhenti merokok
- Usaha menjauhi asap rokok
- Menghindari polusi udara
- Kenakan masker untuk mengurangi paparan zat di udara yang dapat mengiritasi paru-paru
