← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Bagaimana Penyimpanan Obat di Rumah ?”

Klaten, Senin 9 September 2024, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Bagaimana Penyimpanan Obat di Rumah ?”. Narasumber apt. Lina Hanifah, S.Farm. Acara diselenggarakan di ruang tunggu poliklinik Instalasi Rawat Jalan Terpadu rumah sakit Soeradji Tirtonegoro. Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Ketersediaan obat merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Penyimpanan obat yang baik dan benar sangat dibutuhkan untuk menjaga mutu dan ketersediaan obat. Ketersediaan obat mencakup jenis, jumlah maupun kualitas secara efisien. Pengelolaan obat dapat dipakai sebagai proses penggerak dan pemberdayaan semua daya yang dimiliki untuk dimanfaatkan dalam rangka mewujudkan ketersediaan obat setiap dibutuhkan. Tujuan penyimpanan obat adalah agar obat yang di perlukan tersedia , dalam jumlah yang cukup dan terjamin, stabilitas dan efektifitasnya serta memudahkan pencarian dan pengawasannya. Stabilitas Obat
  1. Suatu obat maupun sediaan dapat dikatakan stabil apabila karakteristiknya tidak berubah dan masih sama seperti awal pembuatan selama batas waktu simpan tertentu.
  2. Stabilitas obat dipengaruhi oleh kestabilan zat aktif yang terkandung, cara pembuatan, pengemasan, maupun kondisi ketika dikirim, disimpan dan jeda waktu sediaan dibuat dan digunakan. Stabilitas obat dipengaruhi faktor dari luat seperti suhu, cahaya dan udara.
  3. Apabila suatu produk obat tidak stabil maka efek terapinya akan menurun bahkan bisa sampai hilang.
Kedaluarsa Jangka waktu konsumsi obat yang telah melewati batas ketentuan dan dapat beresiko terhadap kesehatan apabila tetap digunakan. Penyimpanan obat Obat di rumah harus disimpan dengan cara yang benar sesuai petunjuk penyimpanan pada kemasan obat. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan obat selama penyimpanan, agar obat dapat memberikan efek sesuai tujuan pengobatan. Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan menempatkan perbekalan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. Bertujuan agar mutu sediaan terjaga, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, menjaga ketersediaan, memudahkan pencarian dan pengawasan. Cara Penyimpanan Obat secara Umum
  1. Jangan melepas etiket pada wadah obat karena tercantum nama, cara penggunaan, dan informasi penting lainnya
  2. Perhatikan dan ikuti aturan penyimpanan pada kemasan atau tanyakan pada Apoteker di Apotek
  3. Letakkan obat jauh dari jangkauan anak
  4. Simpan obat dalam kemasan asli dan wadah tertutup rapat
  5. Jangan menyimpan obat di dalam mobil dalam waktu yang lama, karena suhu yang tidak stabil di dalam mobil dapat merusak obat
  6. Perhatikan tanda-tanda kerusakan obat dalam penyimpanan, seperti perubahan warna, bau, penggumpalan karena obat yang telah rusak harus dibuang, walaupun belum kedaluarsa
Cara penyimpanan obat secara khusus
  1. Tablet dan kapsul tidak disimpan di tempat yang lembab atau panas
  2. Obat untuk Vagina (Ovula) dan anus (Suppositoria) disimpan di lemari pendingin agar tidak meleleh pada suhu ruangan.
  3. Obat bentuk Aerosol/ Spray tidak disimpan di tempat bersuhu tinggi
  4. Insulin yang belum digunakan disimpan di lemari pendingin, setelah digunakan disimpan di suhu ruangan.
  5. Obat yang telah rusak harus dibuang walaupun belum kedaluarsa
Kerusakan obat dapat disebabkan oleh :
  1. Udara yang lembab
  2. Sinar matahari
  3. Suhu
  4. Goncangan fisik
Ciri-ciri obat yang rusak
  1. Berubah warna, bau dan rasa, muncul bintik-bintik noda, lubang-lubang, pecah, retak, muncul benda asing, berubah menjadi bubuk maupun lembab adalah ciri-ciri tablet yang rusak
  2. Apabila tablet salut yang rusak makan salutan akan pecah, basah, bahkan lengket dengan tablet salut lain dan terjadi perubahan warna
  3. Jika kaspsul yang mengalami kerusakan maka cangkangnya lembek, terbuka dan isinya keluar, bisa melekat satu dengan yang lain, bahkan dapat melekat dengan kemasannya
  4. Puyer yang rusak akan terjadi perubahan warna, muncul bau dan lembab hingga mencair
  5. Apabila sediaan salep/ krim/ Lotion yang rusak maka akan terjadi perubahan warna, muncul bau, adanya endapan atau menjadi keruh, kental, menjadi 2 bagian, menjadi keras
Referensi Putu Udayana Antari Ni, dkk. 2018. Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Rasional di Rumah Tangga untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Cermat Menggunakan Obat. Akademi Farmasi Saraswati Denpasar. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah Volume 9 Nomor 2. Savira Meidia, dkk. 2020. Praktik Penyimpanan dan Pembuangan Obat Dalam Keluarga. Departemen Farmasi Komunitas Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas Volume 7 Nomer 2.