← Kembali ke Informasi Terkini
“Bagaimana Cara Memerah dan Menyimpan ASI yang Benar ?"
Kamis 14 November 2024 Tim Promosi Kesehatan - Humas Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro menyelenggarakan pendidikan kesehatan dengan tema “Bagaimana Cara Memerah dan Menyimpan ASI yang Benar ?”. Narasumber Shofiati Nur Hanifah, AMK. Acara diselenggarakan di ruang tunggu poliklinik Instalasi Rawat Jalan Terpadu rumah sakit Soeradji Tirtonegoro. ASI adalah nutrisi yang optimal untuk bayi. Selain nutrisi penting (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral), ASI mengandung berbagai sel kekebalan dan komponen bioaktif yang memiliki tindakan anti-inflamasi, anti-infeksi dan probiotik. ASI mengandung mikrobiota, yang kemungkinan memiliki implikasi kesehatan yang penting bagi ibu (kesehatan kelenjar susu) dan bayi (kolonisasi usus dan perlindungan terhadap patogen, pematangan sistem kekebalan dan pencernaan nutrisi). Kegiatan memerah ASI merupakan metode yang utama dalam mempertahankan produksi ASI selain menyusui bayi. Pengetahuan terkait cara mengeluarkan ASI dari panyudara dan penyimpanan ASI penting untuk dipelajari oleh para ibu yang akan bekerja agar tetap dapat memberi ASI eksklusif bagi bayinya. Selain bagi ibu bekerja, pengetahuan ini pada dasarnya penting untuk dipelajari oleh semua ibu karena dapat bermanfaat pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya saat ibu dan bayi harus terpisah selama beberapa waktu.
Teknik Memerah ASI
Teknik memerah terdapat 2 cara yaitu
1.Cara memerah ASI dengan tangan
- Menyiapkan Wadah ASI
- Mensterilkan wadah ASIP
- mecuci tangan dengan benar
- Mengkondisikan emosi dalam keadaan baik
- Memijat sekeliling payudara secara ringan
- Memosisikan ibu jari dan telunjuk pada tepi areola
- Menekan ke arah dada
- Memeras ASI keluar
- Mengulang gerakan menekan dan memeras dari semua sisi
- Cuci tangan
- Gunakan pompa ASI yang benar
- Minum air putih setelah memerah ASI
- Masukkan ASI perah kedalam botol yang steril/ Gabag tulis tanggal dan jam memerah ASI sebelum dimasukkan ke Freezer
- Berbau tidak sedap agak mirip dengan bau susu sapi basi
- Lemak tidak larut saat diaduk
- Disimpan di lemari pendingin lebih dari 5 hari
- ASI perah terasa asam