← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

"Mengenal Penyakit Autoimun"

Titalia Aurelie Nur Cahyani, S.Tr.Kep., Ns, Penyakit Autoimun merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang biasa terjadi pada kaum wanita. Penyakit Autoimun ini menyebabkan kerugian bagi organ tubuh manusia karena dapat merusak organ-organ sel yang masih sehat dalam tubuh seseorang. Contoh penyakit Autoimun yang paling sering ditemukan diantaranya Artritis Reumatoid, Lupus Eritematosus Sistematik, Penyakit Seliak, Sindrom Sjorgen, Polomialgia Reumatika, Sklerosis Multipel, Spondilitis Ankilosa, Diabetes Tipe 1, Alopesia Areata, Radang Pembuluh Darah, Arteritis Temporalis dan lain sebagainya. Penyebab
  1. Memiliki riwayat penyakit Autoimun dalam keluarga
  2. Menderita infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi virus Epstein Barr
  3. Terkena paparan bahan kimia, seperti Asbes, Merkuri, Dioksin, atau Pestisida
  4. Merokok
  5. Memiliki berat badan berlebih atau Obesitas
Gejala
  1. Sering merasa lemas
  2. Otot pegal atau nyeri sendi
  3. Ruam kulit
  4. Demam yang hilang timbul
  5. Bengkak di sendi atau wajah
  6. Rambut rontok
  7. Sulit konsentrasi
  8. Kesemutan di tangan atau kaki
Contoh Penyakit Autoimun dan Gejalanya Lupus, Penyakit Graves, Psoriasis, Multiple Sclerosis, Myasthenia Gravis, Tiroiditis Hashimoto, Kolitis Ulseratif dan Crohn’s Disease, Rheumatoid Arthritis, Sindrom Guillain Barré, Vaskulitis, Myositis. Faktor risiko
  1. Paparan sinar matahari
  2. Bahan kimia berbahaya
  3. Asap rokok
  4. Infeksi bakteri dan virus tertentu
Komplikasi
  1. Penyakit jantung
  2. Kerusakan saraf
  3. Deep Vein Thrombosis
  4. Kerusakan organ seperti hati atau ginjal
  5. Depresi atau gangguan kecemasan
Pemeriksaan
  1. Tes ANA (Antinuclear Antibody), untuk mengetahui aktivitas antibodi yang menyerang tubuh
  2. Tes autoantibodi, untuk mendeteksi karakteristik antibodi dalam tubuh
  3. Tes darah lengkap, untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih
  4. Tes C-Reactive Protein, untuk mendeteksi peradangan dalam tubuh
  5. Tes sedimentasi Eritrosit, untuk mengetahui tingkat keparahan peradangan yang terjadi di dalam tubuh
Penanganan Sebagian besar penyakit yang tergolong penyakit Autoimun belum dapat disembuhkan, tetapi gejala yang timbul dapat diringankan dan dicegah agar tidak terjadi Flare (suatu episode kekambuhan). Penanganan untuk penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan dan tingkat keparahannya. Metode penanganannya antara lain:
  1. Obat- obatan
  2. Terapi pengganti hormon
Pencegahan
  1. Berolahraga secara rutin
  2. Tidak merokok
  3. Menjaga berat badan tetap ideal
  4. Menggunakan alat pelindung ketika bekerja, agar terhindar dari paparan bahan kimia
  5. Rutin mencuci tangan dengan benar agar terhindar infeksi virus dan bakteri
Referensi Salsabila Aurelia Syifam dkk. 2024. Mekanisme Adaptasi Sel Tubuh terhadap Serangan Penyakit Autoimun: Lupus. S1 Keperawatan, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. Volume 6 Nomor 4. Diantini, D.M.A., dkk. 2016. Angka Kejadian Penyakit Autoimun pada Pasien Anak di RSUP Sanglah Denpasar. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana Bali. Jurnal Farmasi Udayana Volume 5, Nomer 2.