← Kembali ke Informasi Terkini
Jangan Anggap Remeh! Abses Gigi Bisa Menyebar ke Otak

Sakit gigi sering kali dianggap sepele, cukup minum obat pereda nyeri, dan semuanya terasa lebih baik. Tapi tahukah Anda ? bahwa sakit gigi yang tidak ditangani dengan benar bisa berkembang menjadi abses gigi, dan dalam kasus yang jarang namun serius, infeksinya bisa menyebar ke otak dan mengancam nyawa ?
Apa Itu Abses Gigi?
Abses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi. Abses gigi disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini bisa muncul di sekitar akar gigi atau di gusi. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam jaringan gigi, baik karena gigi berlubang, trauma, atau penyakit gusi yang parah.
Bagaimana Gejala Abses Gigi ?
Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai antara lain :
- Nyeri berdenyut di gigi atau gusi, sering kali parah dan menyebar ke rahang atau telinga.
- Pembengkakan wajah atau pipi.
- Napas berbau tidak sedap.
- Rasa tidak enak di mulut karena nanah yang pecah.
- Kesulitan membuka mulut atau menelan.
Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti diatas, terutama disertai demam dan pembengkakan, segera periksakan ke dokter gigi.
Bagaimana Abses Gigi Bisa Menyebar ke Otak?
Infeksi dari abses gigi dapat menyebar melalui aliran darah atau jaringan lunak ke bagian tubuh lain. Salah satu komplikasi langka tapi sangat serius adalah penyebaran ke otak, yang bisa menyebabkan abses otak atau meningitis.
Abses otak adalah penumpukan nanah di jaringan otak akibat infeksi. Kondisi ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Gejalanya meliputi :
- Sakit kepala hebat
- Mual dan muntah
- Demam tinggi
- Kejang
- Perubahan perilaku atau kesadaran
Siapakah Orang yang Berisiko Terkena Abses Gigi ?
Semua orang bisa terkena abses gigi, tapi risikonya lebih tinggi jika :
- Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut.
- Jarang kontrol ke dokter gigi.
- Memiliki sistem imun lemah (misalnya karena diabetes, HIV, atau sedang menjalani kemoterapi).
- Memiliki gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan.
Adakah Pencegahan & Penanganan Abses Gigi Yang Bisa dilakukan ?
Untuk mencegah abses gigi dan komplikasi seriusnya :
- Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela gigi dengan benang gigi (dental floss).
- Periksa gigi secara rutin setidaknya dua kali setahun.
Segera periksakan ke dokter jika mengalami sakit gigi, terutama jika disertai pembengkakan atau demam.
- Jika sudah terkena abses, dokter mungkin akan :
- Menguras nanah dari abses.
- Memberikan antibiotik.
- Melakukan perawatan saluran akar (root canal) atau mencabut gigi yang terinfeksi.
Sakit gigi bukan hal yang bisa dianggap remeh, apalagi jika berkembang menjadi abses. Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar ke otak dan menyebabkan komplikasi yang fatal. Lindungi diri Anda dengan menjaga kebersihan gigi dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala abses.
Konsultasikan segera masalah Kesehatan gigi anda bersama Klinik Gigi Speseialis Peridonsia Rumah Sakit Soeradji Tirtomegoro, klinik Gigi Spesialis Periodensia melayani : Pembersihan Karang Gigi / Skaling, Perawatan Bau Mulut / Dental Spa, Perawatan Gigi Goyang/ Splinting,Perawatan Gusi Berdarah, Perawatan Gusi “Gatal”, Perawatan Gusi Berubah Warna, Perawatan Gusi membesar dan bengkak/Gingivektomi, Perawatan Gusi Perih dan Sakit, Perawatan Gigi Renggang (Frenektomi), Pemasangan Gigi Permanen/ Implan gigi. Untuk konsultasi tanpa antri dulu download aplikasi Eyang Soeradji.
#sehatbersamasoeradji