← Kembali ke Informasi Terkini
Mengenal Skoliosis
Skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang melengkung secara tidak normal ke samping, menyerupai huruf "S" atau "C". Kelainan ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering muncul pada anak-anak dan remaja menjelang masa pertumbuhan. Tulang belakang secara normal memiliki lekukan ringan ke depan dan belakang (Lordosis dan Kifosis) tetapi pada pasien Skoliosis, terdapat kelengkungan Lateral (samping) yang berlebihan bisa ringan hingga parah.
Penyebab
Adapun penyebab dari Skoliosis antara lain :
1.Skoliosis Idiopatik
Dapat dikarenakan riwayat keluarga, ketidakseimbangan hormon pertumbuhan dan melatonin mempengaruhi pertumbuhan tulang belakang, kebiasaan duduk membungkuk dan membawa beban berat yang tidak seimbang
2.Skoliosis Konginetal
Disebabkan oleh Malformasi struktur tulang belakang sejak lahir, seperti Hemivertebra atau Fusi Vertebra
3.Skoliosis Degenerative
Dapat dikarenakan riwayat keluarga, ketidakseimbangan hormon pertumbuhan dan Melatonin mempengaruhi pertumbuhan tulang belakang, kebiasaan duduk membungkuk dan membawa beban berat yang tidak seimbang
4.Skoliosis Neuromuskular
Dapat terjadi akibat gangguan pada sistem saraf atau otot
Gejala
Gejala dari Skoliosis yaitu :
- Asimetri bahu
- Tulang belikat tampak menonjol di satu sisi
- Pinggul tidak sejajar
- Tonjolan di punggung saat pasien membungkuk (Rib Hump)
- Postur tubuh miring
- Nyeri punggung
- Gangguan pernapasan
- Pemeriksaan fisik
- Foto Rontgen
- MRI atau CT Scan
- Scoliometer
- Pengamatan rutin, untuk kasus ringan yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan
- Pemakaian Brace (penyangga punggung), diberikan kepada anak-anak/ remaja untuk mencegah lengkungan bertambah parah
- Fisioterapi dan latihan peregangan, untuk memperkuat otot dan memperbaiki postur
- Operasi (Spinal Fusion), diperlukan bila lengkungan melebihi 40–50 derajat atau menyebabkan masalah serius
- Nyeri punggung kronis
- Gangguan pernapasan
- Masalah kardiovaskular
- Deformitas Postur yang makin berat
- Deteksi dini
- Pendidikan postur tubuh yang baik
- Aktivitas fisik dan olahraga
- Nutrisi yang baik
- Athiyaturrofi, A., Supriyadi, A., Yanuar, R. A. 2024. Deteksi Dini dan Edukasi Mengenai Peran Fisioterapi pada Scoliosis di Poli Rehab Medik RSUD Salatiga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Global.
- Lukman, J. 2018. Uji Sensitivitas dan Spesifisitas Adam’s Forward Bending Test terhadap Skoliometer untuk Deteksi Dini Asimetri Trunkus pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bachelor's Thesis, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.