← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Sound Horeg Memicu Audiotory Processing Disorder

Fenomena "sound horeg" — penggunaan sistem suara berdaya sangat tinggi dalam acara-acara seperti hajatan, dangdutan, atau pesta rakyat — kini menjadi bagian dari budaya hiburan di berbagai wilayah Indonesia. Meski memberikan efek semarak dan euforia, sound horeg menyimpan ancaman tersembunyi terhadap kesehatan pendengaran dan fungsi auditori otak, khususnya dalam bentuk gangguan yang dikenal sebagai Auditory Processing Disorder (APD). Apa Itu Auditory Processing Disorder (APD) ? APD adalah gangguan yang terjadi ketika otak kesulitan memproses informasi suara yang diterima dari telinga. Orang dengan APD biasanya memiliki pendengaran normal secara fisik, tetapi kesulitan memahami atau menginterpretasikan suara, terutama di lingkungan bising. Gejala umum meliputi :
  • Kesulitan memahami percakapan, terutama di tempat ramai
  • Sering meminta lawan bicara mengulang
  • Respons lambat terhadap perintah suara
  • Masalah belajar, terutama terkait bahasa dan membaca
Bagaimana Sound Horeg sebagai Ancaman Lingkungan ? Paparan suara bervolume ekstrem — yang seringkali melebihi 85 dB, ambang batas aman paparan suara — dapat menyebabkan kerusakan bertahap pada sistem auditori. Jika terus terpapar :
  • Rambut-rambut halus di koklea dapat rusak permanen
  • Stimulasi berlebihan otak auditori dapat mengganggu proses pengolahan suara
  • Anak-anak dan remaja, yang otaknya masih berkembang, sangat rentan terhadap efek ini
Sebagai catatan penting jika paparan suara yang ditimbulkan berlangsung dalam waktu lama, bahkan semalam suntuk, dan sering kali tanpa pengaturan volume yang aman. Hal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan :
  • Tinnitus (denging permanen)
  • Penurunan kemampuan memfilter suara
  • Gangguan tidur dan stres kognitif
  • Risiko jangka panjang terhadap APD, terutama pada anak-anak
Bagaimana Pengobatan Auditory Processing Disorder ? Auditory processing disorder belum bisa diobati. Meski demikian, ada beberapa metode pengobatan yang bisa membantu meningkatkan kemampuan mendengar pasien. Khusus pada anak-anak, sistem pendengarannya belum terbentuk sempurna hingga ia beranjak remaja. Oleh karena itu, anak dengan auditory processing disorder dapat melatih dan mengembangkan kemampuan mendengarnya seiring pertambahan usia. Terapi untuk auditory processing disorder dapat dilakukan dengan bantuan dokter atau secara mandiri di rumah. Beberapa terapi tersebut adalah:
  • Terapi pendengaran
Terapi pendengaran bertujuan untuk melatih otak pasien menganalisis suara secara lebih baik. Caranya adalah dengan berlatih mendeteksi sumber suara dan fokus mendengar suara tertentu ketika ada kebisingan
  • Terapi wicara
Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi dan mengenali suara. Terapi ini juga bisa dilakukan pada pasien yang kesulitan membaca
  • Terapi lain
Terapi lain yang dapat dilakukan adalah latihan untuk mengingat sesuatu dan memecahkan masalah Apakah Auditory Processing Disorder dapat menimbulkan komplikasi ? Auditory processing disorder tidak menimbulkan komplikasi serius. Namun, jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat menimbukan gangguan belajar. Perlu diketahui, anak-anak yang menderita kondisi ini dapat hidup normal dan meraih prestasi seperti anak-anak lain, asalkan lingkungan di sekitarnya bisa mendukung proses perkembangan kemampuan mendengarnya. Jika anda mengalami masalah pada kesehatan pendengaran anda, segera Konsultasikan di klinik THT Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro, untuk konsultasi tanpa antri download aplikasi eyang soeradji. #sehatbersamasoeradji