← Kembali ke Informasi Terkini
Sound Horeg Memicu Audiotory Processing Disorder
Fenomena "sound horeg" — penggunaan sistem suara berdaya sangat tinggi dalam acara-acara seperti hajatan, dangdutan, atau pesta rakyat — kini menjadi bagian dari budaya hiburan di berbagai wilayah Indonesia. Meski memberikan efek semarak dan euforia, sound horeg menyimpan ancaman tersembunyi terhadap kesehatan pendengaran dan fungsi auditori otak, khususnya dalam bentuk gangguan yang dikenal sebagai Auditory Processing Disorder (APD).
Apa Itu Auditory Processing Disorder (APD) ?
APD adalah gangguan yang terjadi ketika otak kesulitan memproses informasi suara yang diterima dari telinga. Orang dengan APD biasanya memiliki pendengaran normal secara fisik, tetapi kesulitan memahami atau menginterpretasikan suara, terutama di lingkungan bising.
Gejala umum meliputi :
- Kesulitan memahami percakapan, terutama di tempat ramai
- Sering meminta lawan bicara mengulang
- Respons lambat terhadap perintah suara
- Masalah belajar, terutama terkait bahasa dan membaca
- Rambut-rambut halus di koklea dapat rusak permanen
- Stimulasi berlebihan otak auditori dapat mengganggu proses pengolahan suara
- Anak-anak dan remaja, yang otaknya masih berkembang, sangat rentan terhadap efek ini
- Tinnitus (denging permanen)
- Penurunan kemampuan memfilter suara
- Gangguan tidur dan stres kognitif
- Risiko jangka panjang terhadap APD, terutama pada anak-anak
- Terapi pendengaran
- Terapi wicara
- Terapi lain