← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Saat Jantung Berhenti Tanpa Sinyal : Kenali Sudden Cardiac Arrest, Jangan Sampai Terlambat Bertindak

Kebanyakan orang mengira masalah jantung selalu diawali dengan gejala—nyeri dada, sesak napas, atau keringat dingin. Faktanya, henti jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) bisa datang tanpa tanda apa pun. Seseorang yang tampak sehat, bahkan sedang beraktivitas biasa, bisa tiba-tiba jatuh pingsan karena jantungnya berhenti berdetak. Fenomena inilah yang membuat SCA sering disebut sebagai “pembunuh senyap”. Apa Itu Sudden Cardiac Arrest ? SCA adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba, sehingga aliran darah ke otak dan organ vital terhenti. Berbeda dengan serangan jantung (heart attack) yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah, SCA lebih sering terjadi karena gangguan listrik jantung (aritmia), terutama ventricular fibrillation. Tanpa pertolongan cepat, SCA bisa berakibat fatal dalam hitungan menit. Mengapa Bisa Terjadi Tanpa Sinyal ? Henti jantung mendadak sering kali tidak memberikan peringatan karena :
  • Gangguan irama jantung muncul tiba-tiba.
  • Kelainan genetik (seperti Long QT Syndrome) yang tidak disadari sejak kecil.
  • Kardiomiopati (otot jantung menebal atau melemah).
  • Riwayat serangan jantung sebelumnya yang melemahkan sistem listrik jantung.
Beberapa orang memang mengalami tanda awal seperti pusing, berdebar, atau sesak, tapi banyak yang langsung pingsan tanpa gejala. Siapa yang Berisiko SCA (Sudden Cardiac Arrest)?
  • Orang dengan riwayat penyakit jantung.
  • Atlet atau orang yang beraktivitas fisik ekstrem.
  • Penderita kelainan genetik tertentu.
  • Usia lanjut, terutama dengan hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.
Namun, sacara tidak langsung SCA juga bisa menyerang orang muda yang terlihat sehat. Bagaimana Menghadapi SCA ? Menghadapi SCA : Waktu Adalah Nyawa Ketika jantung berhenti, setiap detik sangat berarti. 0–4 menit: otak masih bisa bertahan. >4 menit: kerusakan otak mulai terjadi. >10 menit: peluang selamat sangat kecil tanpa pertolongan. Karena itu, CPR (Resusitasi Jantung Paru) dan penggunaan AED (Automated External Defibrillator) sangat penting. Dua langkah ini bisa mengembalikan irama jantung dan menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis datang. Apakah SCA Bisa di Cegah ?
  • Rutin cek kesehatan jantung, terutama bila ada riwayat keluarga dengan SCA.
  • Mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
  • Menghindari rokok dan gaya hidup tidak sehat.
  • Bagi penderita risiko tinggi, dokter bisa merekomendasikan ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator), alat kecil yang ditanam untuk mencegah kematian mendadak akibat aritmia.
Sudden Cardiac Arrest bisa datang kapan saja, bahkan tanpa sinyal peringatan. Inilah yang membuatnya berbahaya dan sering berakhir fatal. Namun, dengan kesadaran, pencegahan, dan penanganan cepat, nyawa bisa terselamatkan. Konsultasikan Kesehatan jantung anda bersama klinik Jantung Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro, untuk konsultasi tanpa antri dulu download aplikasi eyang soeradji. #sehatbersamasoeradji