← Kembali ke Informasi Terkini
Anak Terkena Fimosis
Apa itu Fimosis ?
Fimosis adalah kondisi saat kulit kepala penis atau kulup melekat dengan kepala penis. Hal ini normal terjadi pada bayi dan anak laki-laki karena kulup akan mengendur seiring pertambahan usia anak. Namun, fimosis yang disertai gejala, seperti nyeri atau bengkak, bisa menandakan adanya penyakit.
Bagaimana gejala fimosis ?
Fimosis tidak selalu menimbulkan gejala. Gejala baru akan muncul ketika penyakit sudah masuk dalam kondisi parah dan ditandai dengan kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Selain itu Fimosis juga dapat memicu peradangan pada penis (balanitis) dan kulup (balanoposthitis).
Kedua kondisi tersebut dipicu oleh kebersihan penis yang tidak terjaga dengan baik. Gejalanya sendiri, meliputi:
- Nyeri, gatal, dan bau.
- Kemerahan dan pembengkakan.
- Penumpukan cairan kental.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Jaringan parut.
- Penumpukan smegma.
- Mengalami infeksi saluran kencing berulang.
- Mengalami infeksi pada ujung kulit penis.
- Melakukan gerakan kasar secara berulang saat menarik kulup ke belakang, sehingga menyebabkan lecet atau luka.
- Mengalami cedera pada daerah kulup.
- Mengalami eksim, yaitu kondisi kronis yang menyebabkan kulit menjadi gatal, merah, kering, dan pecah-pecah.
- Mengalami psoriasis, yaitu kondisi yang menyebabkan bercak kulit menjadi merah, bersisik, dan berkerak.
- Mengalami lichen planus, yaitu ruam gatal yang dapat mempengaruhi berbagai area tubuh, tetapi tidak menular.
- Mengalami lichen sclerosus, yaitu kondisi yang menyebabkan jaringan parut pada kulup akibat iritasi saluran kemih.
- Pengobatan krim kortikosteroid
- Prosedur operasi
- Bersihkan penis dengan air hangat setiap hari.
- Cuci dengan lembut bagian di bawah kulup.
- Jika kamu menggunakan sabun, pilih sabun yang lembut atau tanpa pewangi untuk menghindari terjadinya iritasi.
- Hindari pula menarik kulup pada bayi atau anak laki-laki karena dapat menyebabkan rasa sakit atau cedera.
- Hindari penggunaan deodoran dan bedak pada penis karena berpotensi menyebabkan iritasi.