← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Hidup Sehat, Cegah dan Waspadai kanker Usus Besar !

Kanker usus besar dikenal juga sebagai kanker kolorektal. Gejala kanker usus bisa berbeda pada setiap orang. Tak jarang kanker usus tidak langsung menimbulkan gejala sehingga banyak kasus terdeteksi ketika kanker sudah menyebar.   Penyebab tingginya angka kejadian pada kanker adalah banyak orang yang menyebabkan saat terjadi gejala awal terutama yang terkait dengan masalah pada kebiasaan buang air besar. Apa itu kanker usus besar ? Kanker usus besar adalah jenis tumor ganas yang menyerang usus besar atau rektum. Organ kedua ini membentuk bagian bawah sistem pencernaan. Penggunaan besarnya sendiri berfungsi untuk menyerap udara dan garam dari sisa bahan makanan setelah melewati usus halus ( usus halus ).  Umumnya, penyakit ini diawali dengan tumor jinak (polip). Lalu, tumbuh menjadi beberapa tahapan. Ada berbagai cara untuk menentukan stadium kanker yang menunjukkan seberapa jauh kanker telah menyebar dan ukuran tumor apa pun, dengan tahapan sebagai berikut:
  • Stadium 0: dikenal sebagai karsinoma in situ , pada titik ini, kanker berada pada tahap yang sangat awal, belum tumbuh lebih jauh dari lapisan dalam usus besar. Biasanya ketika terdeteksi pada stadium 0 kanker lebih mudah diobati.
  • Stadium 1: Kanker telah tumbuh ke lapisan jaringan yang lain.
  • Stadium 2: Kanker telah mencapai lapisan luar usus besar tetapi belum menyebar ke luar usus besar.
  • Stadium 3: Kanker telah tumbuh melalui lapisan luar usus besar dan mencapai satu hingga tiga kelenjar getah bening tetapi belum menyebar ke situs yang jauh.
  • Stadium 4: Kanker telah mencapai jaringan lain di luar dinding usus besar. Saat stadium 4 berkembang, kanker usus besar mencapai bagian tubuh yang jauh.
Bagaimana Gejala dan tanda kanker usus ? Gejala awal kanker kolorektal sering memicu masalah kesehatan lainnya seperti wasir, infeksi saluran cerna, irritable Bowel syndrome , hingga radang usus . Secara umum, ciri-ciri kanker usus adalah sebagai berikut :
  • Sakit perut, kram, kembung, atau gas
  • Diare atau sembelit
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Penurunan berat badan drastis
  • Perubahan konsistensi tinja
  • Keluarnya darah dalam tinja sehingga tinja tampak berwarna coklat tua atau hitam. Pendarahan juga bisa berwarna merah terang dari dubur.
  • Rasa mulas yang menyebabkan Anda ingin buang air besar terus menerus walaupun sudah buang air besar
  • Sindrom iritasi usus
  • Anemia defisiensi besi
  • Penurunan berat badan dan sakit perut biasanya terjadi pada stadium lanjut penyakit.
  • Jika kanker menyebar ke lokasi baru di tubuh, seperti hati, maka akan memicu gejala tambahan, seperti penyakit kuning.
  • Kanker usus pada wanita juga bisa berupa rasa sakit saat menstruasi, menderita anemia saat menstruasi, hingga siklus menstruasi yang tidak teratur.
Apa penyebab kanker usus besar ? Kanker dapat terjadi akibat perubahan DNA di dalam sel. Perubahan DNA dapat mempengaruhi gen tertentu (onkogen) dan gen supresor tumor, yang menghasilkan beberapa perubahan gen yang dapat menyebabkan kanker usus besar. Kemudian, kanker usus besar juga seringkali diawali dengan polip usus. Polip adalah pertumbuhan yang terbentuk di bagian dalam usus besar. Meskipun tidak bersifat kanker, namun kanker dapat dimulai dengan beberapa jenis polip. Jika seseorang memiliki jenis polip non-kanker yang disebut polip adenomatosa, maka akan meningkatkan risiko pengembangan kanker usus besar. Sel kanker dapat menyebar dari tumor ganas ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan kelenjar getah bening. Sel-sel kanker ini dapat tumbuh dan menyerang jaringan sehat di dalamnya dan di seluruh tubuh dalam proses yang disebut metastasis. Hasilnya adalah kondisi yang lebih serius dan kurang dapat diobati. Beberapa faktor resiko yang meningkatkan kanker usus besar :
  • Faktor usia.
  • Riwayat pribadi kanker kolorektal atau polip.
  • Kondisi usus inflamasi.
  • Sindrom bawaan yang meningkatkan risiko kanker besar.
  • Riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Orang dengan diabetes atau resistensi insulin.
  • Obesitas.
  • Alkohol
Bagaimana Diagnosis dan pengobatan untuk kanker usus besar ? Diagnosis kanker usus besar : Dokter akan menanyakan secara detail gejala yang dialami, gaya hidup, riwayat kesehatan keluarga, hingga melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lainnya. beberapa langkah diagnosis yang akan dilakukan antara lain:
  • Endoskopi yang dilakukan untuk melihat kondisi usus besar.
  • Rontgen
  • Pemindaian CT
  • Tes darah
  • Biopsi usus. Seringkali biopsi dilakukan ketika melakukan pemeriksaan kolonoskopi, maupun ketika operasi pada perut untuk mengangkat sebagian usus besar.
Terapi pengobatan kanker usus besar :
  • Pengobatan utama untuk kanker usus besar stadium awal adalah pembedahan.
  • Pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar adalah kolektomi.
  • kemoterapi, sebagai cara untuk membunuh sel kanker melalui pemberian obat-obatan.
  • Rekomendasi lain dari pengobatan kanker usus besar adalah radioterapi dan terapi obat bertarget.
  • Pengobatan yang dipilih disesuaikan dengan stadium, tingkat penyebaran, dan kondisi pasien.
Pastinya jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah digistive, untuk memudahkan ketika ingin melakukan janji temu dengan dokter, buat konsultasi janji tanpa antri terlebih dahulu secara online melalui Aplikasi E-yang soeradji. Ingat, semakin cepat kanker  usus besar terdeteksi, maka proses penyembuhan dan pengobatan yang tepat dapat segera dilakukan. #sehatbersamasoeradji