← Kembali ke Informasi Terkini
RS Soeradji Libatkan Pemangku Kepentingan dalam Forum Konsultasi Publik 2026, Perkuat Pelayanan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
KLATEN – RS Soeradji menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Graha Hastina, Gedung Pertemuan Lantai 2 RS Soeradji, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara rumah sakit, masyarakat, pengguna layanan, pemerintah, instansi terkait, organisasi profesi, dunia usaha, akademisi, media, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap penyelenggaraan pelayanan rumah sakit.
FKP merupakan bagian dari upaya RS Soeradji untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui keterlibatan masyarakat. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menghasilkan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pelayanan secara berkelanjutan. Pelaksanaan FKP juga menjadi bentuk partisipasi masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2017.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RS Soeradji, Dr. dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT. (K) Hip & Knee, menegaskan bahwa pelayanan rumah sakit tidak cukup hanya memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan, harapan, serta perkembangan masyarakat. RS Soeradji berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, mudah diakses, profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, komitmen tersebut membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak. Karena itu, Forum Konsultasi Publik menjadi ruang bersama bagi penyelenggara pelayanan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk berdialog, bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Direktur Utama juga menekankan bahwa FKP tidak diharapkan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Berbagai kritik, pengalaman, kebutuhan, dan saran yang disampaikan dalam forum diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kritik dan saran bukan kami pandang sebagai sesuatu yang harus dihindari, tetapi justru sebagai bahan evaluasi dan energi untuk melakukan perbaikan,” demikian salah satu penekanan Direktur Utama dalam sambutannya. RS Soeradji berkomitmen mendengarkan, mencermati, dan menindaklanjuti masukan sesuai kewenangan, kemampuan, serta ketentuan yang berlaku.
Dialog Publik Soroti Akses Ambulans hingga Pelayanan yang Humanis
Selain pemaparan mengenai perkembangan dan pelayanan rumah sakit, FKP diisi dengan sesi diskusi dan konsultasi publik. Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan sejumlah persoalan dan harapan berdasarkan pengalaman maupun kebutuhan masyarakat.
Salah satu masukan datang dari unsur Polsek Klaten Selatan yang menyoroti kebutuhan akses cepat terhadap layanan ambulans, khususnya ketika petugas berada di lapangan menangani kecelakaan lalu lintas dan membutuhkan dukungan medis segera. Menanggapi hal tersebut, RS Soeradji menyampaikan perlunya penguatan kembali sosialisasi nomor layanan ambulans dan akses informasi pelayanan agar semakin mudah diketahui serta digunakan oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat.
Dari Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Cabang Klaten, muncul aspirasi mengenai kemudahan rujukan bagi pasien talasemia. RS Soeradji menyampaikan bahwa pelayanan talasemia terus diperbaiki, termasuk melalui pelayanan One Day Care (ODC). Dalam dialog juga dijelaskan bahwa mekanisme rujukan berjenjang masih mengikuti ketentuan yang berlaku. BPJS Kesehatan turut memberikan penjelasan mengenai pentingnya kolaborasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut dalam pengelolaan pelayanan pasien.
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga. Perwakilan media menekankan bahwa perkembangan sarana, prasarana, dan layanan rumah sakit perlu berjalan beriringan dengan attitude, empati, simpati, dan komunikasi yang baik dari sumber daya manusia rumah sakit. RS Soeradji menyampaikan bahwa pembinaan terhadap aspek pelayanan terus dilakukan dan pelayanan prima menjadi salah satu fokus dalam proses perbaikan.
Diskusi juga menyinggung pentingnya komunikasi yang jelas kepada keluarga pasien dalam proses pelayanan dan perpindahan ruang perawatan. Masukan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh aspek klinis, tetapi juga oleh komunikasi, transparansi informasi, dan pengalaman pasien maupun keluarga selama mendapatkan pelayanan.
Masukan Publik Menjadi Bahan Perbaikan Pelayanan
Secara konseptual, FKP 2026 dirancang untuk menyampaikan berbagai perbaikan pelayanan yang telah dilakukan RS Soeradji, memperoleh masukan dari pelanggan eksternal dan pemangku kepentingan, menyelaraskan kemampuan rumah sakit dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan informasi mengenai layanan dan mutu pelayanan kepada publik.
Kegiatan juga menggunakan pendekatan public hearing dan dialog tatap muka untuk menghimpun ide, gagasan, serta opini peserta terhadap pengembangan pelayanan rumah sakit. Masukan yang diperoleh melalui forum tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan dan perbaikan kebijakan pelayanan RS Soeradji.
Melalui FKP Tahun 2026, RS Soeradji berharap komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan semakin kuat. Rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan aspirasi publik sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, responsif, inklusif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
RS Soeradji – Melayani dengan hati, berkembang melalui kolaborasi.