← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

In House Training APAR - Basic dan Teknik Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan dan Hydrant di RSST Klaten

Perkembangan teknologi memacu timbulnya berbagai risiko kecelakaan kerja, salah satunya adalah kebakaran. Seperti yang kita ketahui peristiwa kebakaran dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Tidak ada ruang ataupun lingkungan yang terbebas dari resiko kebakaran, dimana peristiwa tersebut dapat mengakibatkan korban materi maupun adanya korban jiwa serta kerugian lain secara lasung atau tidak langsung. Pada hari Rabu, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menyelenggarakan In House Training Pelatihan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Hidran dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan kebakaran dan Melatih pegawai baru, lama dan alih daya dalam memadamkan kebakaran menggunakan APAR. Inhouse Training kali ini diselaenggarkan dalam 6 sesi, dengan target peserta 350 Peserta. Acara Pembukaan In House Training di Gedung Pertemuan Lantai 2, dimulai pada pukul 08.00 WIB yang dihadiri jajaran direksi RSST dan sesi praktik ada di halaman lobby depan Gedung RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Direktur utama, dr. Endang Widyaswati,M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya RSST merencanakan uji kelayakan listrik untuk gedung tua 8 tahun dan untuk gedung baru 12 tahun. RSST merasa sudah cukup siap dalam menangani bencana kebakaran dengan menempatkan 375 buah apar di seluruh sudut Rumah Sakit. Selain itu direktur utama juga mengajak mengajak seluruh karyawan untuk peduli dengan risiko kebakaran mengingat di RSST terdapat banyak alat-alat kesehatan canggih berisiko kebakaran yang diakibatkan oleh listrik. Pada sesi teori, Tim dari Pemadam kebakaran (Damkar) Kab. Klaten yang diwakili oleh Nur Khodik S. Sos sebagai narasumber. Tim damkar dalam sesi teori menjelsskan tentang jenis-jenis alat pemadam api dan kegunaannya, dan jenis-jenis kebakaran dan penyebabnya serta ketepatan dalam penanganannya. Di Sesi praktik yang dilaksanakan di halaman lobby direksi, Tim damkar mengajak secara langsung praktik cara memadamkan api dengan menggunakan kain basah dan menggunakan Alat pemadam api ringan (Apar). Direktur SDM, Pendidikan dan Umum dr. Obrin Parulian, M. Kes berkesempatan untuk menjadi peserta pertama dalam praktik pemadaman api baik menggunakan kain basah ataupun menggunakan Apar. Peserta-peserta khusus yang ditunjuk diajarkan dalam penggunakan peralatan Hydrant oleh Tim Damkar Kab. Klaten.