← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Kampanye Gerakan Bebas Kanker RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro selenggarakan Pap Smear Gratis

Kasus kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia. Berdasarkan laporan dari The Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, kasus kanker serviks di Indonesia sebanyak 36.633 jiwa (17,2%). Penyebab utama kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV). Lebih dari 90% kanker leher Rahim adalah jenis skuamosa yang mengandung DNA virus HPV dan 50% kanker serviks berhubungan dengan HPV tipe 16. Serviks adalah bagian di bawah Rahim yang rentan terkena penyakit, salah satunya adalah kanker. Hal ini disebabkan tidak adanya gejala yang timbul saat kanker masih dalam tahap awal. Pada hari rabu 27 September 2023, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menyelenggarakan kegiatan kampanye gerakan bebas kanker dengan kegiatan Pap Smear gratis dengan 100 Kuota. Pap Smear diselenggarakan di poliklinik Obstetri Gynekologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Acara dibuka oleh Plt. Direktur Utama RSST dr, Endang Widyaswati M. Kes. Dalam sambutannya dr. Endang menyampaikan bahwasanya RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten mendapatkan amanat khusus dari Kementerian Kesehatan karena Jawa Tengah menempati tingkat paling tinggi di tingkat Nasional. Maka dari itu, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro akan diberikan fasilitas lengkap untuk penanganan kanker, salah satunya pada tahun 2024 akan dibangun gedung khusus untuk penanganan pasien kanker. RSST sudah berusaha mendorong masyarakat Klaten untuk peduli dengan kanker dengan menyelenggarakan aneka seminar dan menyelenggarakan kegiatan deteksi dini kanker. Semoga dengan kegiatan pap smear ini mudah-mudahan kita terdeteksi tidak menderita kanker, apabila terdeteksi menderita kanker, para dokter akan memberikan arahan kepada masyarakat apa yang harus melakukan, pungkasnya. Salah satu peserta Galuh Mustikawati warga gergunung klaten sangat antusias mengikuti kegiatan pap smear ini, Galuh berharap dapat mendeteksi dini kanker serviks. Kalau di laboratorium swasta biaya untuk Pap Smear lumayan mahal, dengan adanya kegiatan ini sangat membantu masyarakat, ujarnya.